Penindakan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh dianggap sebagai hal yang mudah bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, pengalaman KPK dalam menangani kasus korupsi proyek infrastruktur publik menjadi dasar keyakinan ini. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah KPK yang telah memulai penyelidikan.
Hasanuddin menjelaskan bahwa langkah awal yang dapat dilakukan KPK adalah meminta semua dokumen terkait proyek, termasuk kontrak kerja sama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Siaga 98 juga menyarankan kepada mantan Presiden Joko Widodo untuk tidak bersikap reaktif. Menurut mereka, pernyataan reaktif justru dapat menimbulkan kecurigaan adanya keterlibatan hingga level teknis proyek.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Tenau Kupang Melonjak 247 Persen
Mudik Lebaran 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah, Perputaran Uang Capai Ratusan Triliun
Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Tak Naik Jelang Idulfitri 2026
Flick Akui Tantangan Fisik Newcastle Jelang Laga Penentu di Camp Nou