Nyepi dan Idulfitri Berdekatan di 2026, MPR: Bukti Nyata Kerukunan Umat Beragama

- Rabu, 18 Maret 2026 | 07:50 WIB
Nyepi dan Idulfitri Berdekatan di 2026, MPR: Bukti Nyata Kerukunan Umat Beragama

PARADAPOS.COM - Indonesia akan menyaksikan momen langka di penghujung Maret 2026, di mana dua hari besar keagamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah, berlangsung berdekatan. Peristiwa ini memantik refleksi mendalam tentang kondisi kerukunan umat beragama di tanah air, di tengah lanskap sosial yang terus berkembang.

Bukti Nyata Kerukunan dalam Keberagaman

Menyoroti fenomena ini, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebutnya sebagai bukti nyata kehidupan bangsa yang rukun dalam keberagaman. Politisi yang akrab disapa Rerie itu menegaskan bahwa menghormati perbedaan bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban fundamental setiap warga negara.

"Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Menghormati sesama adalah kewajiban, bukan pilihan. Kerukunan antarumat beragama harus terus kita pupuk," tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

Generasi Z dan Catatan Toleransi yang Menggembirakan

Refleksi ini menemukan konteks yang menarik dari sebuah survei. Data yang dirilis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Alvara Strategic Research pada 2025 mengungkapkan tren positif. Generasi Z tercatat memiliki indeks toleransi tertinggi, dengan skor 80,03 pada indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan lain. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81).

Lestari Moerdijat, yang juga anggota Komisi X DPR RI, melihat temuan ini sebagai modal sosial yang berharga. Ia menilai, kebinekaan harus dimaknai sebagai kekuatan pemersatu untuk membangun bangsa, bukan sebagai sumber perpecahan.

Merawat Capayan dan Menyatukan Perbedaan

Dalam pesannya, Rerie mengingatkan bahwa capaian dalam indeks toleransi itu bukanlah titik akhir, melainkan sesuatu yang harus terus dirawat dan dikembangkan. Semangat untuk menjaga persatuan di atas segala perbedaan dinilainya sangat krusial untuk menghadapi tantangan bangsa ke depan.

"Capaian ini harus dirawat. Jangan sampai kita terpecah belah oleh perbedaan. Justru perbedaan harus kita satukan untuk kemajuan bangsa," tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.

Menyambut momen istimewa tersebut, Rerie turut mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merayakannya. Ia berharap, nilai-nilai toleransi yang mengakar kuat dapat menjadi penopang utama bangsa dalam menjawab berbagai tantangan, baik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar