AS Serang Target di Bandar Abbas, Iran Balas dengan Tembakan Peringatan di Selat Hormuz

- Kamis, 28 Mei 2026 | 05:25 WIB
AS Serang Target di Bandar Abbas, Iran Balas dengan Tembakan Peringatan di Selat Hormuz
PARADAPOS.COM - Ketegangan militer kembali memuncak di kawasan Teluk Persia setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru di sekitar Selat Hormuz pada Kamis pagi, 28 Mei 2026. Serangan ini memicu respons cepat dari Iran yang melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal-kapal yang mencoba melintasi jalur perairan strategis tersebut tanpa koordinasi. Insiden ini melibatkan empat kapal yang disebut hendak memasuki Teluk Persia, dan berujung pada aksi saling tembak antara kedua negara. Belum ada laporan korban jiwa, namun situasi di lapangan masih tegang.

Kronologi Tembakan Peringatan di Selat Hormuz

Menurut laporan yang beredar dari media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut. “Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik arah,” demikian bunyi laporan tersebut. Di sisi lain, Kantor Berita Tasnim yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberikan versi yang sedikit berbeda. Mereka melaporkan bahwa Angkatan Laut IRGC menembakkan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal tanker minyak milik Amerika. Tindakan ini, menurut Tasnim, memaksa kapal tanker tersebut untuk berbalik arah dan meninggalkan perairan tersebut.

Serangan Balasan AS dan Target di Bandar Abbas

Laporan dari Tasnim kemudian menambahkan bahwa sebagai tanggapan atas insiden tersebut, militer AS menembak ke area tandus di dekat Bandar Abbas. Kota pelabuhan strategis ini disebut menjadi lokasi ledakan yang dilaporkan terjadi pada Kamis pagi waktu setempat. “Sebagai tanggapan,” ujar Tasnim, militer AS “menembak ke area tandus dekat Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan strategis tempat ledakan dilaporkan terjadi pada Kamis pagi waktu setempat.” Sementara itu, dari pihak Amerika, seorang pejabat AS memberikan keterangan berbeda. Ia mengatakan kepada CNN bahwa militer AS menembak jatuh empat drone Iran. Pasukan AS juga dilaporkan menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang saat itu hendak meluncurkan drone kelima. Pejabat tersebut menegaskan bahwa serangan itu menargetkan lokasi di sekitar Selat Hormuz yang dinilai menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas komersial. Hingga berita ini diturunkan, CNN telah meminta komentar dari Komando Pusat AS terkait laporan media Iran yang menyebut serangan AS sebagai respons terhadap tindakan Iran. Belum ada tanggapan resmi yang diterima.

Pantauan dari Badan Maritim dan Konteks Serangan Sebelumnya

Di tengah hiruk-pikuk laporan ini, badan maritim yang memantau pelayaran di jalur air, UKMTO, belum melaporkan insiden apa pun terkait kapal yang disebut-sebut ditembak. Hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai validitas beberapa klaim yang beredar. Perlu dicatat, insiden terbaru ini terjadi hanya dua hari setelah serangan gabungan AS dan Israel pada Selasa (26/5). Serangan sebelumnya itu menargetkan kapal-kapal Iran yang berusaha memasang ranjau dan peluncur rudal di Iran Selatan, tepatnya di dekat pelabuhan Bandar Abbas. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan eskalasi yang terus berlangsung di kawasan tersebut, meskipun belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak mengenai langkah selanjutnya.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar