PARADAPOS.COM - Duka mendalam menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dua jemaah haji asal Kota Malang, Jawa Timur, meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Keduanya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 yang dilepas Wali Kota Malang pada 23 April 2026 lalu. Mereka mengembuskan napas terakhir akibat sakit di tengah prosesi lempar jumrah di Mina.
Dua Jemaah Meninggal karena Sakit
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, keduanya meninggal ketika kondisi fisik terus melemah selama menjalankan ibadah.
"Benar, ada dua jemaah haji asal Kota Malang yang meninggal dunia di Makkah karena sakit," ujar Elis di Malang, Kamis, 28 Mei 2026.
Jemaah pertama bernama Fajar Puja Sasmita, warga Kecamatan Kedungkandang. Ia wafat pada Kamis, 7 Mei 2026. Jemaah kedua, Fatkhurrahman Bin Mochsin, berasal dari Kecamatan Pakis. Ia meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah Al Mukaromah pada Jumat, 22 Mei 2026.
Proses Pemakaman di Tanah Suci
Elis tidak merinci kronologi wafatnya kedua jemaah. Ia menjelaskan bahwa wewenang untuk memberikan penjelasan teknis berada di tangan petugas kesehatan dan ketua kloter yang mendampingi di Makkah.
"Penyebabnya karena sakit. Untuk detail kronologis saat wafat, mohon maaf tidak bisa kami sampaikan karena kejadiannya di Makkah. Yang dapat menjelaskan adalah ketua kloter dan tenaga kesehatan yang bertugas di sana," ungkapnya.
Kedua jemaah telah dimakamkan di Makkah pada hari yang sama. Prosesi pemakaman dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi dan prosedur setempat rampung, sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.
Kondisi Jemaah Lain dan Cuaca Ekstrem
Di tengah kabar duka tersebut, mayoritas jemaah haji asal Kota Malang dilaporkan dalam keadaan baik. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Malang memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
"Alhamdulillah, ibadah wukuf di Arafah berjalan lancar dan baik. Pelayanan dari syarikah dan PPIH Arab Saudi sangat memuaskan. Saat ini jemaah sedang berada di Mina bersiap melaksanakan Jumrah Aqabah," kata Elis.
Suhu udara di Makkah pada siang hari mencapai 43 derajat Celsius. Meski cuaca ekstrem, jemaah asal Kota Malang tetap mampu menjalankan setiap tahapan ibadah, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) dan jemaah berisiko tinggi.
"Skema murur sangat membantu bagi jemaah yang berisiko tinggi dan para lansia. Saat ini mereka sedang menjalankan lempar jumrah aqabah dan tahalul awal," tuturnya.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Empat Kerbau Kurban Mengamuk di Kudus, Dua Dilumpuhkan Timah Panas
LBH dan Paguyuban Piaman Laporkan Abu Janda ke Bareskrim atas Pernyataan Sumbar Intoleran dan Barbar
Menteri Pertahanan Sjafrie Salat Iduladha Bersama Warga dan TNI di Manokwari, Tinjau Kesiapan Yonif 808
National Gallery Singapore: Perpaduan Seni Modern Asia Tenggara dan Arsitektur Klasik di Gedung Bersejarah