PARADAPOS.COM - Tiga hari menjelang puncak Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026, kawasan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, mulai disibukkan dengan berbagai persiapan. Tenda, panggung utama, dan dekorasi telah mulai didirikan untuk menyambut ribuan umat Buddha dari berbagai daerah. Rangkaian prosesi spiritual sendiri telah berlangsung sejak Kamis, 28 Mei 2026 pagi.
Ritual Penghormatan Tertinggi di Pelataran Candi
Jurnalis Metro TV Indira Pramesti melaporkan dari lokasi, sebanyak 50 biksu dari Sangha Mahayana bersama umat Buddha melaksanakan ritual Sanpujipai di sepanjang marga utama Candi Borobudur. Dalam prosesi ini, umat melangkah sebanyak tiga kali sambil melafalkan Parita Suci, lalu ditutup dengan satu kali namaskara atau bersujud.
Ritual ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada Guru Agung Buddha. Lebih dari sekadar tradisi, prosesi ini menjadi sarana bagi umat untuk melatih fokus dalam menyucikan tiga hal utama: pikiran, ucapan, dan perbuatan. Setelah Sanpujipai selesai, rangkaian dilanjutkan dengan Pradaksina, yaitu meditasi berjalan mengelilingi stupa Candi Borobudur. Suasana hening dan khidmat menyelimuti area candi saat para biksu dan umat melangkah perlahan.
Penyucian Api Dharma di Candi Mendut
Persiapan tidak hanya terpusat di Borobudur. Di kawasan Candi Mendut, panitia tengah menyiapkan altar khusus. Tempat ini akan menjadi lokasi prosesi penyucian Api Dharma yang diagendakan berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026.
Api suci abadi tersebut diambil dari sumber api alami Mrapen, Kabupaten Grobogan. Api Dharma ini akan disucikan dan disemayamkan terlebih dahulu di Candi Mendut. Setelah itu, api tersebut akan diarak menuju Candi Borobudur sebagai bagian dari penyempurnaan ritual Waisak. Pemandangan iring-iringan api suci yang melewati jalan-jalan desa diperkirakan akan menjadi momen yang dinanti-nanti oleh warga setempat.
Malam Puncak: Visualisasi Drone dan Lampion Perdamaian
Malam puncak perayaan Waisak pada 31 Mei 2026 dipastikan akan berlangsung meriah dan penuh makna. Langit Borobudur akan dihiasi oleh atraksi 570 drone pintar. Drone-drone tersebut akan membentuk konfigurasi visualisasi sejarah perjalanan agama Buddha, mulai dari kelahiran Pangeran Siddharta hingga pencapaian pencerahan.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian suci ini, panitia dan umat akan melepaskan 2.570 lampion perdamaian ke udara. Cahaya dari ribuan lentera ini diharapkan menjadi simbol penerang kegelapan. Lebih jauh lagi, tradisi ini membawa harapan akan kedamaian serta keharmonisan bagi seluruh dunia. Ribuan titik cahaya yang melayang di angkasa diperkirakan akan menciptakan pemandangan yang spektakuler dan mengharukan bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Triputra Agro Persada Salurkan Susu Bergizi ke Madrasah di Lamandau untuk Cegah Stunting
Menkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Tembus 6 Persen pada 2027 Meski Geopolitik Global Tak Pasti
IKM Sumsel Laporkan Abu Janda ke Polda Sumsel Atas Ucapan ‘Barbar’ yang Dinilai Hina Masyarakat Minang
Rustini Muhaimin: Budaya Literasi dan Numerasi Sejak Dini Investasi Masa Depan Anak Bangsa