PARADAPOS.COM - PT First Lamandau Timber International (FLTI), bagian dari grup Triputra Agro Persada, baru-baru ini menggelar program Susu Sehat Bernutrisi (Sehati) di Madrasah Ibtidaiyah Taawanul Muslimin, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Inisiatif ini merupakan bagian dari payung program “TAP Untuk Negeri” yang digagas oleh PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP). Kegiatan ini berfokus pada pemberian asupan gizi tambahan bagi anak usia sekolah sebagai langkah konkret mencegah stunting dan mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting hingga 17,5 persen pada tahun 2026.
Program Sehati: Lebih dari Sekadar Segelas Susu
Manajemen Triputra Agro Persada menjelaskan bahwa program Sehati dirancang untuk menjangkau anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bukan hanya soal nutrisi, kegiatan ini juga ingin menanamkan rasa diperhatikan.
“Sehati menjadi salah satu program 'TAP Untuk Negeri' yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi anak usia sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ungkap perwakilan manajemen dalam keterangan resminya, Kamis, 28 Mei 2026.
Di lapangan, para siswa tampak antusias menerima susu kemasan yang dibagikan. Suasana di halaman madrasah pagi itu terasa hangat, berbeda dari rutinitas belajar biasanya. Bagi anak-anak, momen ini bukan sekadar minum susu—ada rasa semangat baru yang muncul ketika mereka tahu ada pihak lain yang peduli pada kesehatan dan masa depan mereka.
Dukungan Nyata untuk Target Nasional Penurunan Stunting
Langkah perusahaan ini sejalan dengan agenda nasional. Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan RI, telah menetapkan target ambisius: menurunkan prevalensi stunting nasional menjadi 17,5 persen pada tahun 2026. Salah satu strategi utamanya adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan protein hewani yang cukup.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, sebelumnya menegaskan pentingnya protein hewani dalam pencegahan stunting.
“Yang paling penting menurunkan stunting dengan menambahkan protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging dan susu. Terserah di masing-masing daerah yang tersedianya, yang penting protein hewani,” ujar Budi.
Pernyataan itu menegaskan bahwa susu, seperti yang disalurkan dalam program Sehati, menjadi salah satu solusi yang tepat dan mudah diakses.
Menuju Generasi Sehat dan Berdaya Saing
Program ini juga menjadi bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Visi tersebut menekankan pentingnya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bagi TAP Untuk Negeri, setiap distribusi susu bukan sekadar bantuan nutrisi. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda Indonesia. Melalui konsistensi program Sehati, perusahaan berharap semakin banyak anak-anak di wilayah operasional yang memperoleh akses tambahan gizi. Dengan begitu, proses belajar dan tumbuh kembang mereka bisa berjalan optimal, menuju generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Sekjen LMP Kritik Praktisi Hukum yang Ragukan Hasil Setoran Triliunan Rupiah Satgas PKH
PBB Peringatkan Eskalasi Berbahaya Konflik Rusia-Ukraina, Korban Sipil Melonjak 21 Persen
Pelita Jaya Hajar RANS Simba 98-57, Lolos ke Semifinal IBL 2026
Menkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Tembus 6 Persen pada 2027 Meski Geopolitik Global Tak Pasti