Kementerian PKP Validasi 188 Lokasi Lahan untuk Percepatan Pembangunan Rusun dan Kota Satelit

- Kamis, 28 Mei 2026 | 18:50 WIB
Kementerian PKP Validasi 188 Lokasi Lahan untuk Percepatan Pembangunan Rusun dan Kota Satelit
PARADAPOS.COM - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bergerak cepat memaksimalkan aset tanah yang diserahkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Langkah strategis ini diambil guna mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus menekan angka backlog perumahan nasional. Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa prioritas pemanfaatan lahan tersebut akan difokuskan untuk pembangunan rumah susun (rusun) dan kota satelit.

Fokus pada Rusun dan Kota Satelit

"Kita sekarang sedang mengecek tanah-tanah yang diberikan Pak Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid di 188 lokasi," ujar Maruarar saat memberikan keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026. Ia menambahkan, pembangunan rusun kini menjadi prioritas utama di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. Untuk memastikan eksekusi berjalan lancar, tim teknis dari Kementerian PKP saat ini tengah melakukan validasi lapangan secara masif di ratusan titik potensial. Proses pengecekan ini menjadi kunci untuk memastikan setiap lokasi benar-benar siap dibangun.

Validasi Lapangan dan Target 3 Juta Rumah

Maruarar kembali menegaskan bahwa pengamanan aspek pertanahan merupakan kunci utama dari keberhasilan pemenuhan target papan di era pemerintahan baru. "Kami memiliki konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 Juta Rumah. Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia," tuturnya. Langkah akselerasi ini merupakan bagian integral dari penguatan Program Strategis Nasional (PSN) melalui pembangunan permukiman hunian vertikal dan kota satelit. Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyatakan, instansinya siap mengamankan ketersediaan lahan skala besar di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Data Lahan dan Prioritas Wilayah

"Data awal kami menunjukkan terdapat sekitar 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi. Namun, yang benar-benar potensial untuk dimanfaatkan saat ini sekitar 37.709 hektare," jelas Nusron. Ia menambahkan, wilayah perkotaan padat akan diprioritaskan untuk hunian vertikal terintegrasi yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sementara itu, lahan dengan hamparan luas di pinggiran kota bakal dialokasikan untuk pengembangan kota satelit mandiri yang baru.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar