PARADAPOS.COM - Sebanyak tiga jemaah haji asal Aceh dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi, hingga Jumat, 29 Mei 2026. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan jemaah perempuan yang meninggal akibat permasalahan kesehatan. Satu orang di antaranya wafat sebelum melaksanakan wukuf di Arafah, sementara dua lainnya sudah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Kronologi Meninggalnya Tiga Jemaah
Dari laporan yang diterima, korban pertama adalah Nurwaida Muhammad Yusuf, 76 tahun, anggota kloter delapan asal Kabupaten Bireuen. Ia meninggal pada Selasa, 26 Mei 2026, di Arafah, sebelum berangkat menuju puncak ibadah wukuf. Akibatnya, status hajinya dinyatakan batal.
Dua jemaah lainnya meninggal setelah melaksanakan wukuf. Maimunah Yusuf Ali, 72 tahun, dari kloter 13 asal Aceh Tamiang, mengembuskan napas terakhir pada hari yang sama di Arafah. Sementara itu, Siti Salmijah, 83 tahun, dari kloter 13 asal Pidie Jaya, wafat pada Kamis, 28 Mei 2026, di Rumah Sakit Mina Al Wadi.
"Yang meninggal pertama belum sempat wukuf Arafah dan dibatalkan. Yang dua orang lagi sudah melakukan wukuf Arafah atau ibadah haji," jelas Arijal saat ditemui di Banda Aceh.
Enam Jemaah Masih Dirawat di Arab Saudi
Selain korban meninggal, PPIH Embarkasi Aceh juga mencatat enam jemaah yang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Mereka tersebar di beberapa fasilitas kesehatan dengan kondisi yang terus dipantau oleh tim medis.
Dari kloter dua, Darmawati dirawat di RS King Faisal, sementara Mahdi Muhammad Sufi menjalani perawatan di RS King Abdul Aziz. Ti Hasanah Hanafiah dari kloter tujuh saat ini berada di RS Mina Al Wahdi. Sementara itu, dua jemaah dari kloter 13, Siti Jemah Somad dan Taswiyah Muhammad Yusuf, dirawat di Mina Emergency Hospital. Adapun Masitah Hasan Aris dari kloter 14 tengah mendapatkan perawatan di Mina Al Wadi Hospital.
"Jemaah lainnya yang masih dirawat yaitu Masitah Hasan Aris dari kloter 14, di Mina Al Wadi Hospital," ungkap Arijal menambahkan.
Proses Pemulangan dan Penjemputan Jemaah
Di tengah kabar duka tersebut, proses kepulangan jemaah haji Aceh tetap berjalan sesuai jadwal. Arijal menjelaskan bahwa jemaah yang mengambil nafar awal saat ini tengah menunggu bus penjemputan untuk kembali ke penginapan masing-masing. Sementara itu, jemaah yang memilih nafar tsani masih melaksanakan lempar jumrah dan dijadwalkan akan dijemput pada siang hari berikutnya.
Suasana di embarkasi terlihat sibuk namun tetap terkendali. Para petugas berjaga di setiap titik untuk memastikan kelancaran arus kepulangan, sementara keluarga di tanah air menanti dengan harap-harap cemas. Kondisi kesehatan jemaah yang masih dirawat terus menjadi perhatian utama tim PPIH agar pemulangan dapat dilakukan dengan aman.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Baznas Salurkan 50 Kambing Dam Haji ke Warga Kurang Mampu di Pemalang
Api Suci Waisak dari Mrapen Tiba di Candi Mendut, Siap Dikirab ke Borobudur
KPK Temukan Ancaman PHK bagi Pegawai Outsourcing yang Tak Dukung Bupati Pekalongan di Pilkada
Pendaftaran SPMB Bersama Jakarta untuk SMP, SMA, dan SMK Swasta Tahun Ajaran 2026/2027 Resmi Dibuka