Meskipun selama ini identik dengan logo bergambar wajah Jokowi, Budi Arie menegaskan bahwa Projo tidak pernah memperkenalkan diri sebagai "Pro Jokowi". Dia menuding bahwa sebutan tersebut justru berasal dari kalangan media yang lebih mudah untuk dilafalkan.
"Projo. Memang enggak ada. Cuman teman-teman media kan ya Projo, Pro Jokowi, itu kan karena gampang dilafalkan aja," ucap Budi Arie.
Rencana Perubahan Logo Projo
Sebagai bentuk komitmen untuk tidak terkesan melakukan kultus individu, Budi Arie juga mengumumkan bahwa Projo akan melakukan perubahan logo. Logo lama yang menampilkan wajah Presiden Jokowi akan diganti dengan desain yang baru.
"Logo Projo akan kita ubah, supaya tidak terkesan kultus individu. Iya, kemungkinan (tidak wajah Jokowi lagi)," ungkapnya. Langkah ini menegaskan independensi organisasi dan fokusnya pada cita-cita membangun negeri dan rakyat, sesuai dengan makna namanya.
Artikel Terkait
Mengapa MSCI dan Hedge Fund Global Picu Trading Halt IHSG 2026? Ini Analisis Lengkapnya
Gatot Nurmantyo Kritik Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial dan Ancaman Demokrasi
Fakta Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah: Pengantar, Hasil Penyidikan & Klarifikasi ART
Denada Akui Ressa Anak Kandung, Pengacara Bongkar Gaya Hidup Mewah dan Fakta Penelantaran