Jokowi Bicara Soal Kasus Korupsi Haji: Tanggapan Lengkap dan Fakta Terbaru

- Jumat, 30 Januari 2026 | 12:50 WIB
Jokowi Bicara Soal Kasus Korupsi Haji: Tanggapan Lengkap dan Fakta Terbaru
Jokowi Tanggapi Namanya Disebut dalam Kasus Korupsi Haji - Analisis Lengkap

Jokowi Bicara Soal Namanya Dikaitkan dengan Kasus Korupsi Haji

PARADAPOS.COM – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah biasa namanya disebut-sebut dalam berbagai kasus hukum yang menjerat bawahannya semasa ia menjabat. Pernyataan ini disampaikannya terkait perkembangan terkini kasus dugaan korupsi dana haji yang melibatkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

"Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja-kerja menteri pasti dari kebijakan presiden, pasti dari arahan presiden dan juga dari perintah-perintah presiden," ujar Jokowi kepada wartawan, Jumat (30/1).

Meski demikian, Jokowi dengan tegas membantah memberikan instruksi atau arahan untuk melakukan tindak pidana korupsi kepada jajaran pemerintahannya. "Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi, enggak ada," pungkas mantan presiden kedua Indonesia itu.

Keterangan Saksi Mantan Menpora Dito Ariotedjo di KPK

Sebelumnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi pada Jumat (23/1). Kedatangannya terkait penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji.

Dito yang merupakan politikus Partai Golkar tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 12.50 WIB. Ia menyatakan kehadirannya sebagai bentuk kepatuhan sebagai warga negara terhadap proses hukum. "Sebagai warga negara saya harus wajib patuh hukum, kan. Patuh hukum, jadi ya hadir," kata Dito di lokasi.

Kaitan dengan Kunjungan Kerja ke Arab Saudi

Dito menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dijalaninya berkaitan dengan kasus kuota haji yang menjadikan Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka. Ia mengungkapkan, materi pemeriksaan kemungkinan besar terkait dengan kunjungan kerja ke Arab Saudi yang dilakukannya bersama mantan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Dito merupakan salah satu menteri yang ikut dalam rombongan Jokowi saat bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Pertemuan tersebut membahas penambahan kuota haji untuk Indonesia pada tahun 2024. "Ya, mungkin, kan, yang pernah beredar di luar pas ada kunjungan kerja ke Arab Saudi waktu sama Pak Jokowi," tutup Dito.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar