3. Diksi Ekstrem di Ruang Publik
Pernyataan Kapolri tentang mempertahankan posisi "sampai titik darah penghabisan" dinilai Gatot sebagai bahasa konflik yang berpotensi intimidatif.
Pesan Implisit dan Ancaman bagi Presiden
Gatot Nurmantyo menduga ada pesan terselubung dari pernyataan Kapolri tersebut. "Pesan implisitnya jelas kepada Presiden: Jangan sentuh struktur Polri. Pernyataan ini menciptakan tekanan atau 'bullying' kepada Presiden sebagai pemegang mandat konstitusional tertinggi," tegas Gatot.
Dinilai Merusak Etika dan Marwah Institusi
Sebagai sesama lulusan Akademi Militer, Gatot menyayangkan tindakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilainya tidak beretika. Menurutnya, hal tersebut dapat merusak marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Peringatan "Alarm Darurat Demokrasi"
Mantan Panglima TNI itu memberikan peringatan serius. Ia menyebut situasi ini sebagai "Alarm Darurat Demokrasi", di mana Kapolri dinilai sedang menguji batas kewenangan Presiden dan melakukan pengkhianatan terhadap konstitusi dengan dukungan oknum tertentu di DPR.
Artikel Terkait
Fakta Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah: Pengantar, Hasil Penyidikan & Klarifikasi ART
Denada Akui Ressa Anak Kandung, Pengacara Bongkar Gaya Hidup Mewah dan Fakta Penelantaran
Jokowi Bicara Soal Kasus Korupsi Haji: Tanggapan Lengkap dan Fakta Terbaru
Sally Siswi SMK Ciputat Hilang 1 Bulan: Kronologi Terakhir Naik Gojek ke Pool Bus