Gatot Nurmantyo Kritik Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial dan Ancaman Demokrasi

- Jumat, 30 Januari 2026 | 23:25 WIB
Gatot Nurmantyo Kritik Kapolri Listyo Sigit: 3 Poin Kontroversial dan Ancaman Demokrasi

3. Diksi Ekstrem di Ruang Publik

Pernyataan Kapolri tentang mempertahankan posisi "sampai titik darah penghabisan" dinilai Gatot sebagai bahasa konflik yang berpotensi intimidatif.

Pesan Implisit dan Ancaman bagi Presiden

Gatot Nurmantyo menduga ada pesan terselubung dari pernyataan Kapolri tersebut. "Pesan implisitnya jelas kepada Presiden: Jangan sentuh struktur Polri. Pernyataan ini menciptakan tekanan atau 'bullying' kepada Presiden sebagai pemegang mandat konstitusional tertinggi," tegas Gatot.

Dinilai Merusak Etika dan Marwah Institusi

Sebagai sesama lulusan Akademi Militer, Gatot menyayangkan tindakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilainya tidak beretika. Menurutnya, hal tersebut dapat merusak marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Peringatan "Alarm Darurat Demokrasi"

Mantan Panglima TNI itu memberikan peringatan serius. Ia menyebut situasi ini sebagai "Alarm Darurat Demokrasi", di mana Kapolri dinilai sedang menguji batas kewenangan Presiden dan melakukan pengkhianatan terhadap konstitusi dengan dukungan oknum tertentu di DPR.

Halaman:

Komentar