PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di Kecamatan Jatiuwung untuk proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini diambil setelah program aglomerasi Tangerang Raya batal dilanjutkan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengungkapkan bahwa lahan tersebut sudah ditinjau langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beberapa hari lalu. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor pembiayaan yang cukup besar jika tetap menggunakan skema aglomerasi, serta telah mendapatkan dukungan dari Gubernur Banten dan DPRD Kota Tangerang.
Beralih ke Skema Mandiri
Wawan menjelaskan bahwa Pemkot telah melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek PSEL Aglomerasi Tangerang Raya di Jatiwaringin. Sebagai gantinya, proyek PSEL Kota Tangerang akan dijalankan secara mandiri.
“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor pembiayaan yang cukup besar bila diteruskan dengan skema aglomerasi, serta telah mendapatkan dukungan dari Gubernur Banten dan DPRD Kota Tangerang langsung,” ujar Wawan, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia melanjutkan, target pembebasan lahan yang dipilih sebagai lokasi pengembangan proyek PSEL ini diharapkan dapat rampung dalam waktu dekat. Hal ini menjadi langkah awal untuk mendorong kerja sama dengan pihak perusahaan, yang ditargetkan bisa diteken pada akhir 2026.
Target Realisasi Tahun Ini
Pemkot Tangerang tidak ingin berlama-lama. Wawan menuturkan bahwa pihaknya langsung mengaktivasi skema pengembangan proyek PSEL secara mandiri yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.
“Kami langsung mengaktivasi skema pengembangan proyek PSEL secara mandiri yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Setelah diajukan, lahan yang disiapkan sudah ditinjau untuk dilakukan studi kelayakan, dilanjutkan pelelangan kalau semuanya sudah siap. Semoga semuanya bisa direalisasikan pada tahun ini,” ungkapnya.
Suasana di lapangan, menurut pantauan, lahan seluas lima hektare itu masih berupa area kosong yang ditumbuhi semak belukar. Namun, optimisme tampak dari para pejabat setempat yang meyakini proses ini akan berjalan sesuai jadwal.
Solusi Darurat Sampah
Lebih dari sekadar proyek energi, Pemkot Tangerang berharap rencana pengembangan PSEL secara mandiri ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan darurat sampah di kota tersebut. Volume sampah yang terus menumpuk setiap hari menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai.
“Kami berharap rencana pengembangan proyek PSEL Kota Tangerang secara mandiri bisa berjalan lancar. Apalagi PSEL Kota Tangerang diperkirakan dapat berkontribusi mengelola sekitar 1.000 dari 1.600 ton sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya,” kata Wawan.
Dengan kapasitas pengelolaan sebesar itu, proyek ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang selama ini kewalahan menampung volume sampah harian. Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek ini tidak hanya akan menghasilkan listrik, tetapi juga membersihkan kota dari tumpukan sampah yang menggunung.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polres OKU Timur Salurkan 1.948 Paket Sembako untuk Lansia dan Warga Kurang Mampu
Pemkab Lebak Dorong Warga Kurangi Konsumsi Beras, Beralih ke Pangan Lokal
Analis: Blusukan Jokowi Tak Berdampak Elektoral bagi PSI dan Gibran
Seskab Teddy Borong 35 Sapi Kurban Berbobot Satu Ton dari Peternak Boyolali