PARADAPOS.COM - Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo, mengakui bahwa pemulihan dari cedera saraf yang ia alami jauh lebih berat dibandingkan cedera patah tulang atau otot. Dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi MotoGP pada Jumat, 29 Mei 2026, ia mengungkapkan bahwa masalah pada saraf membuatnya kehilangan kepercayaan diri saat berada di lintasan. Cedera ini bermula dari kompresi saraf di bahu kanan akibat pergeseran baut operasi bahu sebelumnya, yang terus mengganggunya sejak insiden di MotoGP Indonesia tahun lalu.
“Saraf Lebih Mengerikan dari Patah Tulang”
Marc Marquez tidak ragu menggambarkan betapa rumitnya cedera yang ia derita. Menurutnya, cedera saraf memiliki dampak yang lebih kompleks dibandingkan cedera fisik lainnya.
“Ketika kamu mempunyai problem pada saraf, percayalah itu lebih mengerikan dari cedera patah tulang atau otot karena saraf menghubungkan segalanya,” ujar Marc.
Pembalap asal Spanyol itu menambahkan bahwa ia sangat kesulitan mengontrol situasi di lintasan. Meskipun di atas simulator ia mampu menunjukkan performa menjanjikan, kenyataan di balapan justru terasa sangat berbeda dan buruk.
Proses Pemulihan yang Panjang
Juara dunia tujuh kali itu menjelaskan bahwa saat ini ia tidak lagi mengalami masalah koneksi saraf. Namun, proses pemulihan jaringan saraf yang menghubungkan otot membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
“Sekarang saya tidak punya masalah koneksi saraf. Kami pikir penangan klinis adalah segalanya untuk mengembalikan jaringan saraf yang menghubungkan otot butuh waktu untuk kembali normal,” jelasnya.
Cedera bahu yang dideritanya saat tampil di MotoGP Indonesia tahun lalu kini masih meninggalkan bekas. Gangguan itu terus menghantui, meskipun secara klinis kondisinya sudah membaik.
Lampu Hijau untuk Tampil di FP1 Mugello
Meski masih dalam masa pemulihan, Marc Marquez mendapat lampu hijau untuk kembali ke lintasan pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Italia yang berlangsung Jumat, 29 Mei 2026. Sirkuit Mugello menjadi saksi langkah awal kembalinya ia ke arena balap.
Namun, tampil di FP1 bukan jaminan bahwa ia akan turun pada balapan utama. Marc harus menjalani sesi penanganan dokter terlebih dahulu. Tim medis akan memastikan apakah kondisinya sudah benar-benar siap untuk memulai balapan atau masih perlu waktu lebih untuk pulih sepenuhnya.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gelandang Bafana Bafana Jayden Adams Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun, Dua Pekan Usai Tampil di Piala Dunia 2026
26 Negara Hadiri Peringatan KAA 2026 di Bandung, Dorong Gedung Merdeka Jadi Warisan Dunia
Pria di Mataram Aniaya Kekasih dengan Rice Cooker hingga Kabel Kipas Angin, Masuk Kos dengan Menyamar Pakai Baju Wanita
Setahun Hilang, Ayah Masih Menanti Kepulangan Mozza Axillia yang Diterima di Undip