Polisi Temukan Pakaian Korban di TKP Pembunuhan Bocah 12 Tahun di Tallo Makassar

- Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB
Polisi Temukan Pakaian Korban di TKP Pembunuhan Bocah 12 Tahun di Tallo Makassar
PARADAPOS.COM - Peristiwa pembunuhan disertai kekerasan seksual terhadap seorang bocah perempuan berusia 12 tahun di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, memasuki babak baru dalam penyelidikan. Korban berinisial JN, seorang siswa SD, ditemukan tewas tanpa busana di dalam toilet bangunan kosong pada Rabu (27/5/2026) pagi. Polisi dari Polsek Tallo bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulsel langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Kamis (28/5/2026) untuk mengumpulkan barang bukti tambahan.

Barang Bukti Baru Ditemukan di TKP

Dalam penyisiran ulang di lokasi kejadian, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti krusial. Di antara tumpukan sampah bangunan yang sudah lama tidak terurus itu, polisi mengamankan selembar celana dan kaos. Kedua potongan pakaian tersebut diduga kuat merupakan milik korban yang dilepas oleh pelaku. Pelaku yang diduga merupakan seorang pengguna narkotika diperkirakan merencanakan aksinya akibat kecanduan konten pornografi dan pengaruh sabu. Penangkapan terhadap terduga pelaku dilakukan oleh tim gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Tallo di kediamannya yang berlokasi di Jalan Sultan Abdullah II, Tallo Lama.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Jasad JN pertama kali ditemukan oleh warga setempat pada Rabu pagi dalam kondisi tanpa busana di dalam toilet kotor bangunan kosong tersebut. Untuk menutupi jejak kejahatannya, pelaku menyembunyikan tubuh korban dengan menutupinya menggunakan penutup televisi bekas, dari bagian kepala hingga perut. Seorang warga sekitar bernama Mahyuddin menuturkan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat berpamitan keluar rumah pada Selasa (26/5/2026) malam untuk mencari sandalnya yang hilang. "Waktu ditemukan posisinya bugil di dalam toilet bangunan kosong yang sudah lama tidak ditempati. Tubuhnya ditutupi penutup televisi dari kepala sampai perut. Ada luka juga di tangannya. Selasa malam itu dia pamit keluar sebentar cuma mau cari sandalnya," ujar Mahyuddin, Kamis (28/5/2026). Setelah ditunggu hingga berjam-jam, korban tak kunjung kembali. Keluarga yang cemas melakukan pencarian mandiri selama lima jam sebelum akhirnya JN ditemukan sudah terbujur kaku tak bernyawa dengan bekas luka di bagian tangan. Pasca-evakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani autopsi. Prosedur ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian serta mengumpulkan bukti sisa kekerasan seksual.

Isak Tangis Iringi Pemakaman Korban

Suasana duka yang mendalam menyelimuti prosesi pemakaman JN di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Boroangi, Panampu. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah JN digotong oleh warga menuju peristirahatan terakhirnya. Ibu korban, Sitti Rabiah, tampak sangat terpukul dan mengalami trauma berat. Ia mengaku tidak menyangka anak perempuannya yang dikenal pendiam dan rajin membantu orang tuanya berjualan itu harus berpulang dengan cara yang sangat keji. Sebagai bentuk empati, warga setempat bergotong-royong membantu mendirikan tenda di rumah duka serta menyuplai bantuan makanan untuk keperluan takziah. Semua itu dilakukan demi meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Polisi Perketat Pengamanan dan Lakukan Pendampingan

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, menegaskan bahwa pihak kepolisian memberikan perhatian penuh terhadap kasus ini. Selain fokus memburu pelaku, polisi juga menerjunkan personel untuk menjaga lingkungan sekitar rumah duka. Langkah ini diambil demi mencegah terjadinya konflik sosial atau aksi balas dendam dari pihak yang geram. "Kami masih melakukan serangkaian pemeriksaan intensif dan mengumpulkan barang bukti dari TKP, termasuk pakaian yang diduga milik korban. Pendampingan psikologis juga terus kami lakukan untuk membantu ibu korban yang syok berat. Penjagaan di sekitar lokasi juga diperketat agar situasi tetap aman dan kondusif," tegas AKP Asfada. Hingga saat ini, bangunan kosong tempat terjadinya pembunuhan masih dipasangi garis polisi. Kasus kekerasan seksual dan pembunuhan anak di bawah umur ini tengah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polrestabes Makassar bersama Polsek Tallo guna mengungkap identitas dan menangkap pelaku di balik aksi biadab tersebut.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar