Rifaldy Fajar Dijadwalkan Hadiri Kongres Kedokteran di Jepang dan Korea Selatan di Tengah Dugaan Pemalsuan Riset

- Jumat, 29 Mei 2026 | 04:00 WIB
Rifaldy Fajar Dijadwalkan Hadiri Kongres Kedokteran di Jepang dan Korea Selatan di Tengah Dugaan Pemalsuan Riset
PARADAPOS.COM - Rifaldy Fajar, yang belakangan ini menjadi sorotan publik karena dugaan pemalsuan riset ilmiah, kembali mencuri perhatian. Ia dijadwalkan akan menghadiri kongres kedokteran bergengsi di Jepang, tepatnya "The 71st Annual Meeting of the Japanese Society for Dialysis Therapy." Acara tersebut direncanakan berlangsung di Jepang pada 19 hingga 21 Juni 2026. Informasi ini pertama kali diungkap oleh akun Thread @miftahulamri, yang juga menyebutkan bahwa Rifaldy akan hadir bersama rekannya, Aminatus. Publik pun kembali ramai memperbincangkan nasib para dokter dan akademisi yang bekerja keras secara jujur di tengah maraknya kasus ini.

Jadwal Kongres dan Dugaan Modus Operandi

Agenda Rifaldy di Jepang bukanlah satu-satunya yang menjadi perhatian. Akun @miftahulamri dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat, 29 Mei 2026, menuliskan bahwa Rifaldy dijadwalkan akan mengikuti kongres yang diadakan oleh Japanese Society for Dialysis Therapy pada bulan Juni ini. Lebih dari sekadar mengungkap jadwal, akun tersebut juga membongkar dugaan modus yang digunakan. "Salah satu upaya yg bisa kita lakukan adalah dengan menghubungi panitia2 kongres yg belum berlangsung agar mereka aware dengan isu yg sedang hangat ini," tulisnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ada upaya sistematis untuk menyusup ke berbagai forum ilmiah internasional.

Agenda di Korea Selatan dan Jumlah Judul Penelitian

Tak hanya Jepang, Rifaldy bersama adiknya yang disebut bernama Sahnaz dan rekannya, Prihantini, juga dijadwalkan menghadiri kongres ilmiah di Korea Selatan. Mereka direncanakan untuk hadir dalam kongres APCMS yang diselenggarakan oleh Korean Society of CardioMetabolic Syndrome di Seoul. Dalam agenda di Korea Selatan tersebut, rincian partisipasi mereka pun terungkap. Rifaldy Fajar disebut membawa dua judul penelitian, adiknya Sahnaz membawa satu judul, dan Prihantini membawa tiga judul. Akun @miftahulamri menambahkan bahwa kehadiran mereka di Seoul sudah diharapkan dalam waktu dekat. Menanggapi hal ini, warganet menyoroti ironi yang terjadi. Banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin seseorang dengan dugaan riset palsu bisa dengan mudah mengakses forum-forum ilmiah, sementara para peneliti dan dokter asli harus berjuang keras melalui proses review yang ketat. Publik pun menanti langkah tegas dari pihak penyelenggara kongres dan institusi terkait.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar