Netanyahu Perintahkan Militer Israel Kuasai 70 Persen Wilayah Gaza, Eskalasi di Tengah Gencatan Senjata

- Jumat, 29 Mei 2026 | 06:26 WIB
Netanyahu Perintahkan Militer Israel Kuasai 70 Persen Wilayah Gaza, Eskalasi di Tengah Gencatan Senjata
PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menginstruksikan militernya untuk memperluas pendudukan di Jalur Gaza hingga mencakup 70 persen wilayah kantong Palestina tersebut. Instruksi ini disampaikan dalam sebuah konferensi di Tepi Barat pada Jumat (29/5/2026), di tengah situasi di mana Israel saat ini sudah menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza—sebuah angka yang justru meningkat drastis sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Ekspansi di Tengah Gencatan Senjata

Meskipun gencatan senjata telah disepakati, data menunjukkan bahwa kendali Israel atas Gaza justru meluas. Sebelum gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, Israel menguasai sekitar 50 persen wilayah tersebut. Kini, angka itu melonjak menjadi sekitar 64 persen berdasarkan peta militer terbaru yang dirilis pada Maret lalu. Para pengamat mencatat bahwa area terlarang bagi penduduk Gaza kini semakin besar, melampaui batas-batas yang sebelumnya disepakati. Dalam pidatonya, Netanyahu dengan tegas menyampaikan target barunya. "Kita berada di angka 50 persen, naik menjadi 60 persen. Arahan saya adalah untuk bergerak ke... mari kita lakukan langkah demi langkah," kata Netanyahu. "Pertama-tama, 70 persen. Mari kita mulai dengan itu. Kita menekan mereka (Hamas) dari semua sisi. Kita akan menangani sisa-sisanya," ujarnya, lagi.

Garis Kuning yang Bergeser

Salah satu poin krusial dalam gencatan senjata adalah kewajiban pasukan Israel untuk mundur di belakang apa yang disebut "Garis Kuning". Garis ini merupakan batas kendali yang dibuat secara sepihak oleh Israel. Berdasarkan peta militer awal, Garis Kuning menempatkan Israel menguasai sekitar 53 persen wilayah Gaza, sementara sisanya berada di bawah kendali Hamas. Namun, dalam praktiknya, Israel secara sepihak memindahkan patok beton yang menandai Garis Kuning tersebut ke wilayah yang lebih dalam, yang sebelumnya dikuasai Hamas. Langkah ini secara efektif memperluas zona pendudukan tanpa adanya perlawanan berarti dari pihak lawan.

Dalih Zona Penyangga

Netanyahu berulang kali menyatakan bahwa militernya kini mengendalikan lebih dari 60 persen wilayah Gaza. Awalnya, ia berdalih bahwa perebutan wilayah di Gaza, Suriah, dan Lebanon diperlukan untuk menciptakan zona penyangga guna mencegah potensi serangan di masa depan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan pola yang lebih ekspansif. Alih-alih sekadar membangun zona penyangga, pasukan Israel terus bergerak maju, menguasai lebih banyak wilayah jajahan. Ekspansi ini tidak hanya terbatas di Gaza, tetapi juga terjadi di Lebanon, menandakan bahwa strategi "zona penyangga" telah berubah menjadi pendudukan permanen yang semakin meluas.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler