PARADAPOS.COM - Unit Usaha Syariah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, atau Bank Jateng Syariah, menandai usia ke-18 tahun dengan memperkuat penetrasi ekonomi syariah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Perayaan milad yang digelar di Yogyakarta pada Minggu, 24 Mei 2026, menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi perusahaan di tengah dinamika industri keuangan syariah. Langkah strategis ini diambil melalui kolaborasi lintas sektor, menggandeng lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga pihak swasta, guna mendorong inklusi keuangan syariah sekaligus memperluas dampak sosial ekonomi.
Refleksi di Usia Kedewasaan
Direktur Bisnis Kelembagaan dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Mas Waris, menyampaikan bahwa usia ke-18 merupakan tonggak penting bagi perusahaan. Ia menekankan bahwa perjalanan selama ini bukan sekadar soal angka pertumbuhan bisnis, melainkan tentang kontribusi nyata terhadap masyarakat.
“Momentum Milad ke-18 ini menjadi saat yang tepat bagi kita semua untuk bermuhasabah, merefleksikan perjalanan yang telah dilalui, sekaligus meneguhkan rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah SWT berikan kepada Bank Jateng Syariah,” ujar Waris dalam Pengajian Akbar Milad ke-18 Bank Jateng Syariah yang berlangsung di Gedung MP Prof Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Suasana pengajian akbar itu terasa khidmat. Para tamu undangan dari berbagai kalangan tampak memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer kebersamaan yang erat.
Peran Lebih dari Sekadar Bisnis
Menurut Waris, lembaga keuangan syariah di era modern tidak boleh hanya terpaku pada indikator pertumbuhan bisnis semata. Institusi ini, jelasnya, memikul tanggung jawab besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan. Ia memaparkan bahwa sinergi yang kokoh dengan institusi pendidikan dan komunitas muslim menjadi pilar utama dalam memperluas jangkauan pasar keuangan berbasis syariah.
“Selama ini, Bank Jateng Syariah terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang tidak hanya amanah dan profesional, tetapi juga inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Waris. “Kami percaya bahwa keberadaan Bank Jateng Syariah harus mampu menjadi bagian dari solusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.”
Sambutan Positif dari Sektor Swasta
Komitmen Bank Jateng Syariah itu mendapat sambutan positif dari sektor swasta. Direktur Utama PT Siesta, Ali Fahmi Perwira Negara, mengapresiasi visi jangka panjang yang ditunjukkan oleh manajemen Bank Jateng Syariah dalam membangun kemitraan yang produktif.
“Kami melihat Bank Jateng Syariah memiliki komitmen kuat dalam membangun kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan,” ungkap Ali. “Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor usaha berbasis syariah dan pemberdayaan masyarakat.”
Kepedulian Sosial dan Pengakuan Industri
Perayaan milad ini tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis dan ekosistem syariah. Sebagai bentuk keseimbangan, acara tersebut juga diisi dengan aksi kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan kepada sejumlah panti asuhan di wilayah sekitar. Suasana haru terlihat saat perwakilan panti asuhan menerima bantuan tersebut, menandakan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan bagi korporasi. Bank Jateng Syariah menerima penghargaan bergengsi “The Best Banking Sharia 2026”. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja keuangan, inovasi produk, serta konsistensi perusahaan dalam menjaga kepatuhan syariah ("sharia compliance") sepanjang tahun berjalan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Enam dari Tujuh Relawan Indonesia Misi Kemanusiaan ke Palestina Tiba di Jakarta, Satu Masih di Istanbul
Polisi Kepung Lapak Narkoba di Medan, Bandar Provokasi Massa hingga Enam Warga Diamankan
Perayaan Waisak 2026 Digelar Perdana di Bundaran HI, Simbol Toleransi di Jakarta
Perempuan Lansia di Jambi Timur Tewas Dianiaya Anak Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa