Lebih dari 6.000 Wisatawan Padati Gunung Bromo Selama Libur Iduladha, Didominasi Turis Domestik

- Jumat, 29 Mei 2026 | 12:50 WIB
Lebih dari 6.000 Wisatawan Padati Gunung Bromo Selama Libur Iduladha, Didominasi Turis Domestik
PARADAPOS.COM - Sebanyak 6.195 wisatawan mengunjungi kawasan Gunung Bromo selama periode libur Iduladha 1447 H yang berlangsung pada 27 hingga 28 Mei 2026. Data tersebut disampaikan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kota Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 29 Mei 2026. Kunjungan ini terbagi menjadi 1.992 orang pada hari pertama dan 4.203 orang pada hari kedua, dengan mayoritas merupakan wisatawan domestik.

Dominasi Wisatawan Nusantara dan Mancanegara

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, merinci bahwa dari total pengunjung, sebanyak 5.799 orang adalah wisatawan nusantara. Rinciannya, 1.804 orang berkunjung pada Rabu, 27 Mei, dan 3.995 orang pada Kamis, 28 Mei 2026. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 396 orang selama dua hari tersebut. "Yang Rabu itu ada 188 pengunjung warga negara asing (WNA), sedangkan pada Kamis terdapat 208 WNA mendatangi Bromo," ucapnya saat dikonfirmasi.

Penutupan untuk Yadnya Kasada

Sebagai informasi, Balai Besar TNBTS telah menjadwalkan penutupan kawasan Gunung Bromo mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026. Penutupan ini bertepatan dengan peringatan Yadnya Kasada, sebuah ritual tahunan yang disakralkan oleh masyarakat Tengger. Sementara itu, kawasan Ranu Regulo juga mencatatkan kunjungan sebanyak 662 wisatawan selama masa liburan tersebut, dan seluruhnya merupakan wisatawan nusantara.

Kondisi Arus Wisata Terkendali

Endrip menambahkan, selama dua hari liburan, kondisi arus wisata terpantau lebih terkendali jika dibandingkan dengan masa libur panjang lainnya, seperti Idulfitri atau Tahun Baru. Petugas di lapangan tidak menemukan adanya penumpukan kendaraan di jalur-jalur utama menuju kawasan wisata. Meski demikian, seluruh mekanisme pengamanan dan pengawasan tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. "Semua pemantauan mengenai kondisi di lapangan dilakukan secara berkala agar aktivitas wisata berjalan tertib, aman dan nyaman," ujar dia.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler