PARADAPOS.COM - Igor Tolic resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persib Bandung untuk musim 2026/2027, menggantikan Bojan Hodak yang kini beralih peran menjadi Technical Advisor. Keputusan ini diumumkan oleh manajemen klub pada Sabtu, setelah melalui pertimbangan matang demi menjaga kesinambungan dan stabilitas jangka panjang tim. Tolic, yang sebelumnya menjabat asisten pelatih selama dua musim, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, serta pendahulunya.
Perjalanan Igor Tolic di Persib Bandung
Pelatih kelahiran 25 September 1977 ini pertama kali bergabung dengan skuad Pangeran Biru pada awal Liga 1 2024/2025, menggantikan Goran Paulic. Selama dua musim terakhir, ia mendampingi Bojan Hodak sebagai asisten pelatih. Kini, tanggung jawab yang lebih besar diberikan kepadanya.
“Terima kasih karena telah memberikan saya kesempatan ini untuk melanjutkan pekerjaan di Persib,” ujar Tolic.
Ia mengaku sudah merasa menyatu dengan klub, kota, dan masyarakat Bandung. Perasaan itu tumbuh seiring waktu selama ia berkarier di Indonesia.
“Saya memiliki rasa cinta dan hormat yang besar untuk masyarakat dan negara ini,” tuturnya.
Fokus pada Program Pramusim
Di tengah jeda kompetisi, Tolic tidak tinggal diam. Ia mengaku tengah menyusun program kerja secara intensif. Pengumpulan data dan informasi terus dilakukan untuk merancang rencana pramusim yang matang. Semua itu, menurutnya, adalah langkah awal untuk mempertahankan performa tim setelah musim lalu merayakan gelar juara.
Keputusan Manajemen dan Peran Baru Bojan Hodak
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa penunjukan Tolic bukanlah keputusan mendadak. Pihak manajemen melakukan pertimbangan panjang dengan fokus utama pada kesinambungan dan stabilitas jangka panjang klub.
Sementara itu, Bojan Hodak tidak benar-benar meninggalkan Persib. Ia tetap berada dalam ekosistem Shareholders Group sebagai Technical Advisor. Prestasi Hodak sebelumnya cukup gemilang: ia berhasil membawa Persib Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia tiga musim beruntun. Kini, pengalamannya akan dimanfaatkan untuk memberikan arahan teknis dari sisi lain organisasi.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
30 Mei dalam Sejarah: Jayakarta Jatuh, Napoleon Diasingkan, hingga FIFA Bekukan PSSI
PSG dan Arsenal Berebut Gelar Liga Champions di Final Budapest
Tokoh Adat Papua Laporkan Dugaan Eksploitasi dalam Film Pesta Babi ke Polda Metro Jaya
PSG Tak Anggap Diri Favorit di Final Liga Champions Lawan Arsenal