PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan tarif pajak dalam jangka menengah. Strategi penguatan penerimaan negara justru akan difokuskan pada perluasan basis perpajakan. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa, 14 Juli 2026. Realisasi penerimaan pajak semester I tahun 2026 tercatat mencapai Rp1.035,7 triliun, tumbuh 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fokus pada Perluasan Basis, Bukan Kenaikan Tarif
Di hadapan para anggota dewan, Purbaya menjelaskan arah kebijakan fiskal ke depan. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan serta-merta membebani wajib pajak dengan tarif baru. Sebaliknya, upaya pengumpulan pendapatan akan lebih mengandalkan jangkauan yang lebih luas.
“Mengenai strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat basis penerimaan negara, dapat kami sampaikan bahwa strategi perpajakan diarahkan pada perluasan basis tanpa semata-mata menaikkan tarif,” jelasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Keuangan akan mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi. Langkah ini dinilai strategis untuk menjangkau sektor-sektor yang selama ini belum tergarap maksimal. Beberapa di antaranya adalah ekonomi digital, shadow economy atau ekonomi bayangan, hingga sektor informal yang selama ini sulit terdeteksi.
Digitalisasi dan Pengawasan di Sektor Kepabeanan
Tidak hanya di sektor pajak, penguatan penerimaan juga akan menyasar bidang kepabeanan dan cukai. Purbaya memaparkan sejumlah langkah konkret yang akan ditempuh.
“Ditempuh melalui digitalisasi layanan dan pengawasan, peningkatan audit dan penindakan, serta pemberantasan impor (ilegal),” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran yang selama ini terjadi, terutama di jalur perdagangan lintas batas. Suasana di ruang rapat sempat hening saat ia memaparkan data terkait praktik impor ilegal yang masih marak.
Capaian Positif di Paruh Pertama 2026
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak nasional pada semester I tahun 2026 yang mencapai Rp1.035,7 triliun. Angka tersebut setara dengan 43,9 persen dari total target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Yang menarik, capaian paruh pertama tahun ini tercatat melesat 24,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi nasional.
Melihat tren tersebut, Purbaya memproyeksikan total realisasi penerimaan pajak sepanjang tahun 2026 dapat mencapai Rp2.310,8 triliun. Angka ini diperkirakan akan memenuhi sekitar 98 persen dari total target penerimaan pajak APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp2.357,7 triliun. Optimisme ini disambut dengan anggukan dari sejumlah anggota dewan yang hadir.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun