PARADAPOS.COM - Puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga bantuan hukum (LBH), tokoh agama, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi TOMAS Kabupaten Pati menggelar musyawarah di Sekretariat Aliansi TOMAS, Jumat, 21 April 2026. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bersama untuk memperkuat komitmen menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah. Ketua Aliansi TOMAS Pati, Sulem Habibi, menegaskan bahwa keamanan dan ketenteraman bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Suasana musyawarah berlangsung hangat. Para peserta duduk melingkar, saling bertukar pandangan tentang dinamika sosial yang berkembang di Pati. Ruang komunikasi antarelemen ini dinilai penting untuk menyatukan persepsi di tengah beragamnya kepentingan organisasi. Keamanan dan Ekonomi: Dua Sisi yang Saling Terkait Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Habibi mengajak seluruh elemen untuk bahu-membahu menjaga Pati. “Pati adalah rumah kita bersama. Karena itu, mari kita saling menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan untuk sesama,” kata Habibi. Ia menambahkan, perbedaan organisasi maupun pandangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, setiap persoalan sebaiknya disikapi dengan kepala dingin melalui komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku. “Kritik dan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi. Tetapi semuanya harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab. Jangan sampai perbedaan pendapat membuat kita saling bermusuhan,” ujarnya. Senada dengan itu, Perwakilan PCNU Kabupaten Pati, Abdul Majid, menyoroti keterkaitan erat antara keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, situasi daerah yang stabil memberikan ruang bagi warga untuk bekerja, menjalankan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan. “Stabilitas keamanan sangat penting, demikian pula stabilitas ekonomi. Keduanya saling berkaitan dan menjadi modal penting bagi kemajuan Kabupaten Pati,” ujar Abdul Majid. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi maupun provokasi yang dapat memicu gesekan sosial. Dialog dan komunikasi, lanjutnya, menjadi pilihan utama ketika muncul perbedaan pandangan. Komitmen Bersama Menjaga Ketertiban Ketua Ormas Squad Nusantara, Doni, menegaskan kesiapan organisasinya untuk mengambil bagian dalam menjaga ketenteraman wilayah bersama elemen masyarakat lainnya. Ia menekankan pentingnya persatuan di atas perbedaan. “Kita boleh berbeda organisasi, tetapi kita memiliki rumah yang sama, yaitu Kabupaten Pati. Karena itu, mari kita jaga bersama. Jangan sampai kepentingan kelompok mengalahkan kepentingan masyarakat,” tegas Doni. Musyawarah tersebut juga menyepakati perlunya koordinasi yang baik apabila ada kegiatan yang melibatkan massa, seperti demonstrasi, audiensi, maupun penyampaian aspirasi. Hal ini dimaksudkan agar seluruh kegiatan tetap berlangsung tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aliansi TOMAS Pati sendiri diarahkan menjadi ruang komunikasi bersama tanpa menghilangkan identitas maupun independensi masing-masing organisasi. Selain fokus pada upaya menjaga stabilitas daerah, para peserta juga sepakat untuk memperkuat kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun