Pemerintah Dorong Masyarakat Pesisir Jadi Penggerak Utama Ekonomi Biru ASEAN Lewat Forum di Banyuwangi

- Minggu, 19 Juli 2026 | 13:50 WIB
Pemerintah Dorong Masyarakat Pesisir Jadi Penggerak Utama Ekonomi Biru ASEAN Lewat Forum di Banyuwangi
PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia mendorong peran masyarakat pesisir sebagai penggerak utama ekonomi biru di kawasan ASEAN melalui forum ASEAN-ID Blue yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 17–18 Juli 2026. Forum ini mempertemukan 135 peserta dari negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF), termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, Selandia Baru, Fiji, serta Papua Nugini. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Mengusung Tema Pemberdayaan Komunitas

Mengusung tema “Community-Led Blue Economy: Advancing Coastal Conservation, Sustainable Livelihoods and Tourism Cooperation in ASEAN,” forum ini membahas sejumlah isu strategis. Mulai dari pengelolaan perikanan berkelanjutan, konservasi dan restorasi ekosistem laut, penguatan rantai nilai perikanan, hingga pengembangan ekowisata bahari dan pemberdayaan koperasi serta UMKM pesisir. Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kemlu RI, Zelda Wulan Kartika, menegaskan bahwa masa depan ekonomi biru ASEAN sangat bergantung pada kemampuan kawasan dalam memberdayakan komunitas pesisir. “Babak baru ekonomi biru ASEAN akan semakin ditentukan oleh tempat-tempat seperti Banyuwangi, tempat koperasi, nelayan skala kecil, UMKM, dan kelompok konservasi menerjemahkan komitmen regional menjadi perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Zelda dalam keterangan resmi di situs Kemlu RI, Minggu, 19 Juli 2026.

Dialog dan Kunjungan Lapangan

Selain sesi dialog dan pertukaran praktik baik, peserta diajak mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih Lateng dan Bangsring Underwater. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung tentang hilirisasi sektor perikanan, penguatan koperasi, peningkatan nilai tambah produk perikanan, serta transformasi nelayan dari praktik penangkapan ikan yang merusak menuju konservasi dan wisata bahari berbasis masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut menegaskan bahwa masyarakat pesisir tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan ekonomi biru, tetapi juga harus ditempatkan sebagai pelaku utama dalam merancang dan menjalankan berbagai inisiatif pembangunan pesisir.

Komitmen Daerah dan Regional

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menambahkan, penyelenggaraan ASEAN-ID Blue mencerminkan komitmen daerah untuk membangun kawasan pesisir dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. “Bagi Banyuwangi, menjadi tuan rumah ASEAN-ID Blue bukan sekadar kehormatan, tetapi juga wujud komitmen kami bahwa masa depan pembangunan kawasan pesisir harus bertumpu pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Ipuk. Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru untuk ASEAN Joanna Anderson menekankan pentingnya pertukaran pengalaman dan pembelajaran lintas kawasan dalam mengembangkan pendekatan ekonomi biru yang praktis dan berbasis masyarakat. “Melalui berbagi pengalaman di antara negara-negara ASEAN, Pacific Islands Forum (PIF), East Asia Summit (EAS), serta berbagai kemitraan regional lainnya, kita dapat mengembangkan berbagai pendekatan praktis yang menempatkan masyarakat pesisir sebagai pusat pembangunan ekonomi biru,” jelasnya.

Membumikan ASEAN

ASEAN-ID Blue menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk membumikan ASEAN dengan menerjemahkan kerja sama regional menjadi manfaat konkret bagi masyarakat. Forum ini sekaligus memperkuat jejaring antara pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, sektor swasta, dan komunitas pesisir untuk mendukung implementasi ASEAN Blue Economy Framework dan ASEAN Blue Economy Implementation Plan 2026–2030. Kegiatan ini juga mendukung implementasi Asta Cita melalui pembangunan pesisir yang berkelanjutan, penguatan rantai nilai sektor perikanan, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pengembangan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar