PARADAPOS.COM - Gerakan kerelawanan Aksi Bersama memperingati satu tahun perjalanannya dengan menggelar kegiatan reflektif bertajuk "Titik Sambung: Menggerakkan Perubahan dari Akar Rumput" di Gedung CCM, Jakarta, pada Minggu, 19 Juli 2026. Acara ini menjadi ajang evaluasi dampak nyata dari program-program sosial yang telah dijalankan, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi warga dalam mendorong perubahan dari tingkat akar rumput. Hadir dalam kesempatan tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, para relawan, serta masyarakat penerima manfaat dari berbagai program Aksi Bersama.
Suasana di Gedung CCM pagi itu terasa hangat. Di sudut ruangan, berjejer dokumentasi proyek-proyek sosial yang telah dikerjakan selama setahun terakhir. Salah satu yang menonjol adalah pembangunan Jembatan Titian Persatuan di Cilojami, Bandung Barat. Selain itu, ada pula sejumlah fasilitas edukasi yang dibangun untuk masyarakat di tingkat akar rumput. Pameran ini bukan sekadar pajangan, melainkan bukti kerja kolektif yang perlahan tapi pasti mengubah wajah komunitas.
Diskusi dan Refleksi: Suara dari Lapangan
Tidak hanya pameran, acara ini juga menghadirkan sesi diskusi yang mempertemukan relawan lokal dengan penerima manfaat. Mereka berbagi cerita secara langsung mengenai dampak program yang telah dirasakan selama satu tahun terakhir. Ada tawa, ada haru, dan tentu saja banyak pelajaran berharga yang mengalir dari satu pembicara ke pembicara lainnya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, turut memberikan pandangannya. Menurutnya, Aksi Bersama adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi warga bisa menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Di tengah keterbatasan anggaran negara, gerakan seperti ini dinilai semakin krusial.
"Aksi Bersama adalah gerakan kolaborasi warga untuk membangun jembatan dan menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan pemerintah. Ini adalah hal yang baik ketika ada community act untuk bisa membangun," ujar Wibi.
Ia menambahkan, semangat gotong royong harus terus dihidupkan. Bukan sekadar nostalgia, melainkan modal utama dalam pembangunan masyarakat.
"Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah yang kita miliki, gotong royong sangat dibutuhkan dan ini adalah hal yang langka dan perlu kita tumbuhkan kembali dengan gerakan-gerakan seperti ini. Kita harapkan Aksi Bersama bertumbuh semakin besar dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk bergabung," jelasnya.
Harapan ke Depan: Memperluas Dampak
Melalui peringatan satu tahun ini, Aksi Bersama berharap dapat terus memperluas dampak positifnya. Targetnya jelas: melibatkan lebih banyak relawan dan masyarakat dalam program-program pemberdayaan yang berbasis gotong royong. Bukan sekadar gerakan sesaat, melainkan sebuah ekosistem perubahan yang berkelanjutan dari akar rumput.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polres Bogor Ungkap 74 Kasus Narkoba dalam Tiga Bulan, Amankan 95 Tersangka
WIKA dan Fakultas Psikologi UNDIP Jalin Kerja Sama Kembangkan Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal Nusantara
HITA Jateng–DIY Resmi Terbentuk, Dorong Kolaborasi Percepat Transformasi Digital Perhotelan
Presiden Prabowo Apresiasi Bank Emas Nasional Kelola 153 Ton Emas Senilai Rp358 Triliun dalam Setahun