Harga Emas Dunia Diprediksi Menguat, Sinyal Teknikal dan Ketegangan AS-Iran Jadi Katalis

- Senin, 20 Juli 2026 | 04:50 WIB
Harga Emas Dunia Diprediksi Menguat, Sinyal Teknikal dan Ketegangan AS-Iran Jadi Katalis
PARADAPOS.COM - Harga emas dunia diprediksi kembali menguat pada perdagangan Senin, 20 Juli 2027, didorong oleh sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi pembalikan arah dari tren turun jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengamati bahwa emas mulai menunjukkan peluang rebound setelah berhasil bertahan di area support kunci dan membentuk pola grafik yang lazim diasosiasikan dengan kenaikan harga. Sentimen fundamental berupa meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global turut menjadi katalis positif yang menopang pergerakan emas dalam jangka pendek.

Sinyal Teknikal dan Pola Pembalikan Arah

Meskipun tren utama pada kerangka waktu yang lebih besar masih berada dalam fase bearish, pergerakan pada time frame H1 memperlihatkan adanya peluang perubahan arah menuju bullish. Geraldo Kofit menjelaskan, salah satu sinyal paling mencolok adalah terbentuknya pola Double Bottom, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pola pembalikan arah paling kuat dalam analisis teknikal. “Pola tersebut menunjukkan tekanan jual mulai kehilangan momentum, sementara minat beli perlahan kembali mendominasi pasar,” ungkapnya. Analis Dupoin Futures juga mencatat bahwa harga sebelumnya gagal menembus level support kedua di kisaran USD3.959. Kegagalan tersebut diikuti oleh kemunculan pola candlestick Bullish Engulfing, yang mengindikasikan buyer mulai mengambil alih kendali setelah pasar sebelumnya didominasi aksi jual. Kombinasi antara Double Bottom dan Bullish Engulfing dinilai menjadi sinyal awal yang cukup kuat, sehingga peluang pemulihan harga emas semakin terbuka. Setelah membentuk pola tersebut, harga kemudian melakukan retest dan berhasil menciptakan swing low baru di area USD3.982. Menurut pandangan Dupoin Futures, keberhasilan mempertahankan level tersebut mengindikasikan buyer masih memiliki kekuatan untuk menjaga harga tetap berada di atas area support.

Proyeksi dan Target Kenaikan

Selama level ini tidak ditembus ke bawah, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan diperkirakan masih cukup besar. Berdasarkan proyeksi teknikal Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada pada area resistance USD4.049. Apabila harga mampu menembus level tersebut dengan dukungan volume transaksi yang kuat, maka peluang penguatan diperkirakan semakin besar menuju resistance berikutnya di USD4.081. “Kedua level tersebut menjadi area penting yang akan menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut atau justru kembali tertahan oleh aksi ambil untung dari pelaku pasar,” ujarnya. Selain pola harga, Dupoin Futures juga menyoroti pergerakan indikator Stochastic Oscillator yang masih bergerak naik menuju area overbought. Meskipun indikator tersebut mulai memasuki zona jenuh beli, Geraldo Kofit menilai hingga saat ini belum terlihat sinyal pelemahan yang signifikan. Kondisi tersebut menunjukkan momentum beli masih relatif kuat dan masih mampu mendukung kenaikan harga dalam jangka pendek.

Sentimen Fundamental dan Faktor Eksternal

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat sentimen pasar masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas. Minat investor terhadap aset safe haven kembali meningkat seiring munculnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global yang masih dibayangi berbagai risiko. Ketidakpastian mengenai arah pertumbuhan ekonomi dunia membuat sebagian investor memilih mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas. Dupoin Futures menilai, memanasnya situasi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tewasnya dua tentara AS telah meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai. Dalam kondisi seperti ini, emas umumnya menjadi salah satu instrumen yang paling banyak diburu investor karena dinilai mampu menjaga nilai investasi di tengah meningkatnya risiko global. Selain itu, Dupoin Futures juga mencermati berkembangnya ekspektasi bahwa sejumlah bank sentral akan cenderung mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif apabila pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Prospek pelonggaran kebijakan tersebut berpotensi menekan imbal hasil obligasi pemerintah dan membatasi penguatan dolar AS. Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen positif bagi harga emas karena menurunkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Risiko dan Kewaspadaan Pasar

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat. Investor akan menunggu rilis berbagai data ekonomi serta pernyataan dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga. “Apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan atau berada di bawah ekspektasi, maka peluang penguatan emas diperkirakan akan semakin besar karena pasar dapat kembali memperkirakan kebijakan moneter yang lebih longgar,” kata Geraldo. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai peluang rebound harga emas masih terbuka dalam perdagangan hari ini. Kombinasi sinyal teknikal berupa Double Bottom, Bullish Engulfing, terbentuknya swing low, serta dukungan sentimen fundamental dari meningkatnya permintaan aset safe haven memberikan peluang bagi gold untuk melanjutkan penguatan. “Selama harga mampu bertahan di atas area USD3.982, Dupoin Futures memperkirakan target kenaikan menuju USD4.049 hingga USD4.081 masih realistis untuk dicapai, meski pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan data ekonomi global yang berpotensi memicu volatilitas tinggi,” ujarnya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar