PARADAPOS.COM - Serangan rudal Rusia kembali mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, pada dini hari, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai delapan lainnya. Rentetan ledakan terdengar di berbagai penjuru kota selama beberapa jam, memicu kebakaran di lima distrik yang merusak bangunan hunian, gedung perkantoran, fasilitas industri, asrama, dan sejumlah kendaraan. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk mengevakuasi warga dari bangunan yang terbakar, sementara petugas pemadam kebakaran berjuang mengendalikan api di lokasi terdampak.
Gelombang Serangan di Tengah Malam
Suasana mencekam menyelimuti Kyiv sejak dini hari. Warga kota dikejutkan oleh suara sirine dan dentuman keras yang bergema di beberapa wilayah. Dinas Layanan Darurat Ukraina melaporkan bahwa serangan rudal ini berlangsung dalam gelombang panjang, memicu kepanikan di kalangan penduduk yang terpaksa berlindung di tempat penampungan bawah tanah.
"Kami mendengar ledakan pertama sekitar pukul 03.00 pagi, dan setelah itu tidak ada henti-hentinya," ujar seorang warga setempat yang berhasil dihubungi. Tim penyelamat langsung bergerak cepat ke titik-titik terdampak untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di reruntuhan.
Dampak di Lima Distrik
Laporan dari petugas di lapangan menyebutkan bahwa kebakaran melanda lima distrik berbeda di Kyiv. Bangunan hunian menjadi sasaran utama, namun gedung perkantoran dan fasilitas industri juga tidak luput dari kerusakan. Asrama mahasiswa dan puluhan kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi ikut terbakar, menambah daftar panjang kerugian material.
“Api masih berkobar di beberapa titik, dan kami terus berupaya memadamkannya,” ungkap seorang petugas pemadam kebakaran yang enggan disebut namanya. Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan tim penyelamat menggendong anak-anak dan lansia keluar dari bangunan yang runtuh sebagian.
Upaya Penyelamatan dan Kondisi Terkini
Hingga pagi hari, tim penyelamat berhasil mengevakuasi puluhan warga yang terjebak di dalam gedung. Beberapa korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Petugas medis di lokasi melaporkan bahwa sebagian besar luka disebabkan oleh serpihan kaca dan reruntuhan bangunan.
Di tengah kepulan asap dan puing-puing yang berserakan, petugas pemadam kebakaran terus berjibaku mengendalikan api. Angin kencang sempat mempersulit upaya pemadaman, namun berkat koordinasi yang baik, api berhasil dilokalisasi agar tidak merambat ke permukiman padat penduduk.
Serangan ini menjadi pengingat pahit akan eskalasi konflik yang masih berlangsung. Warga Kyiv kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa ancaman rudal bisa datang kapan saja, bahkan di saat mereka terlelap.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bupati Lombok Barat Tiba di KPK untuk Diperiksa Usai OTT Dugaan Suap Proyek
FIFA Buka Penyelidikan Kericuhan Pemain Spanyol dan Argentina Usai Final Piala Dunia 2026
Iran Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Militer dengan AS
Pemprov DKI Kembali Operasikan Mobil Klinik Hewan Keliling di Lima Wilayah Jakarta