Pabrik Dupa di Tangerang Ludes Terbakar, Tiga Rumah Warga Ikut Terdampak

- Senin, 20 Juli 2026 | 15:50 WIB
Pabrik Dupa di Tangerang Ludes Terbakar, Tiga Rumah Warga Ikut Terdampak
PARADAPOS.COM - Sebuah pabrik dupa di Jalan Bayur, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Banten, ludes dilalap api pada Senin, 20 Juli 2026. Kebakaran yang terjadi sejak sore hingga malam hari itu tidak hanya menghanguskan pabrik, tetapi juga merembet ke tiga rumah warga dan tiga unit sepeda motor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun tiga orang karyawan sempat pingsan dan kini telah pulih. Kepala UPT Priuk BPBD Kota Tangerang, Kamaludin Azizi, mengonfirmasi kejadian tersebut. "Kejadiannya sejak sore hingga malam ini, petugas masih berjibaku memadamkan. Akibat api yang semakin membesar, sekitar tiga rumah warga dan tiga unit motor terbakar," ujarnya.

Api Berasal dari Area Belakang Pabrik

Menurut keterangan Kamal, titik api pertama kali terlihat di bagian belakang pabrik. Dari sana, api dengan cepat menjalar dan membakar material mudah terbakar di sekitarnya, sehingga kobaran api membesar dalam waktu singkat. “Tidak ada korban jiwa, tapi sempat ada tiga karyawan yang pingsan, tapi sudah pulih,” jelasnya. Proses pemadaman sendiri berlangsung dramatis. Puluhan personel pemadam kebakaran (damkar) dari berbagai wilayah dikerahkan ke lokasi. “Kami juga menurunkan 14 mobil pemadam kebakaran dari Priuk, Ciledug, Batuceper, dan juga Pinang,” ungkap Kamal.

Target Pemadaman dan Dampak Penerbangan

Pihak BPBD menargetkan proses pemadaman selesai dalam waktu dua hingga tiga jam setelah api mulai dijinakkan. Namun, tantangan lain muncul. Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi akibat kebakaran ini dikhawatirkan dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar