Stage Manager Asal Indonesia, Wellah Hatta, Jadi Kru Kunci di Balik Kemegahan Penutupan Piala Dunia 2026

- Senin, 20 Juli 2026 | 16:00 WIB
Stage Manager Asal Indonesia, Wellah Hatta, Jadi Kru Kunci di Balik Kemegahan Penutupan Piala Dunia 2026
PARADAPOS.COM - Nama Indonesia turut hadir di balik kemegahan upacara penutupan Piala Dunia 2026. Wellah Hatta, seorang senior stage manager asal Indonesia, dipercaya menjadi bagian dari tim produksi yang menggarap pertunjukan di New York New Jersey Stadium pada Minggu, 19 Juli 2026. Ia bekerja di belakang layar, memastikan rangkaian acara berjalan lancar, dan berada hanya beberapa langkah dari megabintang Hollywood, Tom Cruise. Keterlibatan Wellah pertama kali terungkap melalui unggahan Instagram pribadinya. Dalam foto yang dibagikan, ia tampak berada di area produksi yang sangat dekat dengan panggung utama. Posisinya sebagai stage manager menempatkannya di jantung koordinasi teknis, jauh dari sorotan kamera, tetapi sangat vital bagi kelancaran pertunjukan. Berada di Balik Panggung Bersama Bintang Dunia Upacara penutupan Piala Dunia 2026 digelar sekitar 90 menit sebelum pertandingan final antara Spanyol dan Argentina. Acara ini dirancang untuk merayakan perjalanan 48 negara peserta selama turnamen berlangsung. Panggung megah itu diisi oleh deretan figur kelas dunia: Tom Cruise, Post Malone, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, Jennifer Hudson, dan kreator konten IShowSpeed. Tom Cruise menutup rangkaian seremoni dengan pesan tentang kekuatan sepak bola dalam menyatukan masyarakat dari berbagai negara. Kehadirannya menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian. Di tengah gemerlap panggung dan besarnya skala produksi, keberadaan Wellah membawa kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Ia berdiri di wilayah yang jarang terlihat kamera, tetapi justru menjadi pusat koordinasi sebuah pertunjukan besar. Peran Penting Stage Manager Seorang stage manager bertanggung jawab menjaga alur pertunjukan agar berjalan sesuai susunan yang telah ditentukan. Pekerjaan ini mencakup koordinasi waktu, pemberian isyarat kepada kru, pengaturan pergerakan pengisi acara, serta komunikasi dengan berbagai bagian produksi. Dalam acara global seperti ini, tanggung jawab tersebut tentu tidak ringan. Sedikit keterlambatan dapat memengaruhi musik, pencahayaan, tampilan layar, kamera televisi, hingga masuknya para penampil ke area pertunjukan. Keterlibatan Wellah menunjukkan bahwa tenaga profesional Indonesia memiliki kemampuan untuk mengambil peran dalam produksi hiburan berskala internasional. Sosok di balik panggung memang tidak selalu memperoleh sorotan sebesar artis yang tampil. Namun, tanpa koordinasi mereka, kemegahan acara dapat berubah menjadi kekacauan kecil yang berantai. Piala Dunia 2026 Ditutup Spektakuler Closing ceremony menjadi bagian dari rangkaian hiburan menjelang final Piala Dunia 2026. FIFA bekerja sama dengan Balich Wonder Studio untuk menghadirkan pertunjukan yang menggabungkan musik, budaya populer, teknologi panggung, dan pesan persatuan global. Pertunjukan itu kemudian dilanjutkan dengan laga final antara Spanyol dan Argentina. Spanyol keluar sebagai juara setelah menang 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan. Di balik pesta sepak bola dan sorotan terhadap para pemain, cerita Wellah Hatta menghadirkan sudut pandang berbeda. Piala Dunia bukan hanya milik para pesepak bola yang berlari di lapangan. Ada ribuan kru yang bergerak dalam senyap, memastikan seluruh bagian pertunjukan tersambung dengan rapi. Wellah menjadi salah satu wajah Indonesia dalam barisan tersebut. Sebuah pencapaian profesional yang mungkin berlangsung di belakang layar, tetapi gaungnya terasa sampai ke Tanah Air.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar