Bentrokan Antarwarga di Pulau Adonara Tewaskan Tiga Orang, 20 Rumah Ludes Terbakar

- Selasa, 21 Juli 2026 | 00:25 WIB
Bentrokan Antarwarga di Pulau Adonara Tewaskan Tiga Orang, 20 Rumah Ludes Terbakar
PARADAPOS.COM - Bentrokan antarwarga di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 18 Juli 2026, menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya. Peristiwa yang melibatkan warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak ini juga mengakibatkan 20 unit rumah hangus terbakar. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN, Endang Agustina, menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik berdarah tersebut dan mendorong aparat untuk mengusut tuntas motif di balik kejadian ini.

Keprihatinan dari Jakarta

Suasana duka masih menyelimuti kawasan pesisir Adonara Timur saat kabar bentrokan ini sampai ke ibu kota. Endang Agustina, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN di Komisi III DPR RI, tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. “Saya ikut prihatin dan sedih dengan adanya peristiwa Adonara, kita sangat menyayangkan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. Apalagi beberapa nyawa melayang, belasan orang luka bahkan banyak rumah yang hangus terbakar,” kata Endang kepada wartawan, Selasa (21/7/2026). Ia menegaskan bahwa tragedi seperti ini seharusnya tidak boleh terulang. Endang mendorong pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan TNI untuk bekerja sama secara sinergis dalam melakukan mitigasi konflik. “Untuk rekan-rekan Polri di NTT kami berharap agar bekerja cepat untuk menuntaskan kasus ini, dan mengungkap sejelas-jelasnya motif peristiwa ini, karena begitu banyak korban dan menimbulkan keprihatinan yang mendalam seluruh anak negeri,” ujarnya.

Kronologi dan Dampak di Lapangan

Bentrokan pecah pada pagi hari antara warga dua desa yang bertetangga. Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, mengonfirmasi bahwa tiga orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka ringan. Kerusakan material pun tak bisa dihindari. “Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar,” jelas Eliezer. Pendataan jumlah korban dan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Personel TNI-Polri langsung dikerahkan untuk mengamankan wilayah dan mencegah meluasnya konflik. Eliezer menambahkan, “Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.”

Harapan untuk Perdamaian

Di tengah ketegangan yang mereda, harapan untuk rekonsiliasi mulai digaungkan. Endang mendorong agar masyarakat yang bertikai segera didamaikan. Ia menekankan pentingnya pendekatan kearifan lokal dan mediasi oleh tokoh masyarakat serta aparat setempat. Proses hukum juga harus berjalan transparan agar keadilan bisa ditegakkan dan menjadi efek jera bagi siapa pun yang mencoba memicu konflik serupa. Situasi di Adonara Timur kini berangsur tenang, meskipun aparat masih bersiaga penuh untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar