Harga Emas Dunia Berpeluang Menguat, Minyak Brent Tembus USD90 Akibat Ketegangan Geopolitik

- Selasa, 21 Juli 2026 | 00:50 WIB
Harga Emas Dunia Berpeluang Menguat, Minyak Brent Tembus USD90 Akibat Ketegangan Geopolitik
PARADAPOS.COM - Sejumlah pergerakan harga komoditas dan energi mewarnai awal pekan, Senin, 20 Juli 2026. Di satu sisi, harga emas dunia berpotensi menguat didukung sinyal teknikal, sementara harga minyak mentah jenis Brent justru menembus level USD90 per barel akibat ketegangan geopolitik. Di dalam negeri, harga emas Antam tercatat turun, diikuti penyesuaian harga BBM jenis solar oleh beberapa operator, serta kepastian tarif listrik untuk kuartal III yang tidak mengalami kenaikan.

Emas Dunia Berpeluang Rebound, Analis Soroti Sinyal Teknikal

Harga emas global menunjukkan potensi penguatan pada perdagangan Senin, 20 Juli 2027. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa logam mulia mulai memberikan sinyal bullish setelah berhasil bertahan di area support krusial. "Emas mulai menunjukkan peluang rebound setelah berhasil mempertahankan area support penting dan membentuk pola teknikal yang mendukung kenaikan harga," jelasnya. Pola ini, menurut Geraldo, mengindikasikan adanya pembalikan arah dari tren penurunan jangka pendek yang sempat terjadi. Para pelaku pasar kini mencermati pergerakan selanjutnya, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Melemah

Berbeda dengan prospek emas dunia, harga emas batangan produksi dalam negeri justru mengalami koreksi. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk mencatatkan penurunan harga emas Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini. Emas Antam tercatat turun menjadi Rp2,610 juta per gram. Angka ini merosot setelah sempat bertahan di level yang sama pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga buyback atau harga jual kembali emas batangan ke pihak Antam dibanderol sebesar Rp2,341 juta per gram.

Minyak Mentah Melonjak, Brent Tembus Level Psikologis

Pasar energi global bergerak dinamis pada awal pekan ini. Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan dalam perdagangan awal Asia, Senin, 20 Juli 2026. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global. Akibatnya, harga minyak jenis Brent berhasil menembus level psikologis USD90 per barel.

Harga BBM dan Tarif Listrik: Ada yang Turun, Ada yang Stabil

Di sektor energi domestik, terdapat kabar penurunan harga untuk jenis bahan bakar tertentu. Sejumlah pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel. Pertamina, Shell, hingga BP tercatat kompak menurunkan harga solar yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Sementara itu, untuk kebutuhan listrik, pemerintah memastikan tidak ada perubahan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) untuk kuartal III, periode Juli hingga September 2026. Sebanyak 13 golongan pelanggan nonsubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan tarif.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar