IHSG Menguat 0,57 Persen di Tengah Tekanan Wall Street dan Ketegangan Geopolitik

- Selasa, 21 Juli 2026 | 02:50 WIB
IHSG Menguat 0,57 Persen di Tengah Tekanan Wall Street dan Ketegangan Geopolitik
PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, dengan lonjakan signifikan. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.27 WIB, IHSG tercatat melesat 35,479 poin atau setara 0,57 persen ke level 6.267,259, setelah sempat dibuka di posisi 6.273,571. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan dari Wall Street dan ketegangan geopolitik yang mempengaruhi sentimen global. Pada sesi awal perdagangan, sebanyak 304 saham emiten mencatatkan penguatan. Sementara itu, 207 saham lainnya berada di zona merah, dan 221 saham cenderung stagnan. Total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.27 WIB mencapai Rp3,133 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 7,925 miliar lembar.

Tekanan dari Pasar Global

Meski menguat di awal, IHSG dinilai masih berada dalam posisi yang rapuh. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam risetnya memperkirakan indeks masih rentan terhadap koreksi. "Diperkirakan support IHSG 6.100-6.200 dan resist IHSG 6.300-6.320," jelasnya. Ia menambahkan, potensi koreksi akan mengintai jika IHSG gagal menembus level resistance di 6.300. Kondisi ini diperkuat oleh pelemahan indeks-indeks utama Wall Street pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik militer antara AS dan Iran membebani sentimen investor, meskipun saham-saham semikonduktor mulai menunjukkan tanda-tanda rebound. Indeks S&P 500 turun 0,19 persen, Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,05 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi lebih dalam sebesar 0,59 persen.

Bursa Asia Tertekan Konflik Timur Tengah

Di kawasan Asia, bursa saham juga mengalami tekanan pada hari yang sama. Meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk mendorong harga minyak mentah menembus angka USD90 per barel, memicu kembali kekhawatiran akan inflasi global. Investor kini menanti laporan keuangan emiten teknologi besar yang diharapkan mampu mendorong reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Bursa Jepang tutup karena libur nasional. Sementara itu, pasar saham Tiongkok mencatat penguatan 1,5 persen, dan Hang Seng Hong Kong melesat 2,36 persen. Namun, bursa Korea Selatan justru anjlok—indeks Kospi turun 4,5 persen dan Kosdaq merosot 5,3 persen. Indeks ASX 200 Australia juga melemah tipis 0,06 persen.

Kinerja IHSG Sebelumnya dan Aliran Modal Asing

Sebagai catatan, pada perdagangan Senin kemarin, IHSG ditutup naik 0,91 persen. Kenaikan tersebut disertai aksi beli bersih (net buy) dari investor asing sebesar Rp157 miliar. Saham-saham yang paling banyak diburu asing antara lain TPIA, BRPT, BBRI, BNBR, dan CUAN.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar