Kementerian Kebudayaan Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita, Pusat Rujukan dan Digitalisasi Khazanah Bangsa

- Selasa, 21 Juli 2026 | 03:25 WIB
Kementerian Kebudayaan Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita, Pusat Rujukan dan Digitalisasi Khazanah Bangsa
PARADAPOS.COM - Jakarta, 21 Juli 2026 – Kementerian Kebudayaan secara resmi membuka Perpustakaan Ranggawarsita di Gedung E lantai 1, Senayan, Jakarta. Peresmian ini merupakan langkah strategis untuk menghimpun publikasi, hasil penelitian, transliterasi naskah, katalog, dan karya kebudayaan lainnya agar dikelola secara terpadu dan dapat dimanfaatkan luas oleh masyarakat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa perpustakaan ini tidak boleh berhenti menjadi sekadar arsip, melainkan harus menjadi pengetahuan yang hidup dan mudah diakses.

Menggali Kembali Khazanah yang Tersebar

Fadli Zon mengungkapkan bahwa pendirian perpustakaan ini berawal dari keprihatinan terhadap publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah, namun tersebar di berbagai lokasi. Akibatnya, buku-buku tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal. “Karena itu kami menghimpunnya dalam Perpustakaan Ranggawarsita agar tidak berhenti menjadi arsip yang tersimpan, tetapi menjadi pengetahuan yang hidup, mudah diakses masyarakat, serta terus memberi manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ujar Fadli. Ia menjelaskan, Perpustakaan Ranggawarsita akan menjadi pusat rujukan utama untuk berbagai publikasi kebudayaan yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan dari masa ke masa. Tidak hanya memperkuat koleksi fisik, kementerian juga tengah menggencarkan digitalisasi dan mengintegrasikan publikasi dari Unit Pelaksana Teknis di daerah. Semua ini dilakukan agar seluruh produk pengetahuan kebudayaan terdokumentasi secara utuh dalam satu ekosistem yang saling terhubung. “Kami ingin memastikan seluruh produk pengetahuan yang dihasilkan Kementerian Kebudayaan, baik buku, katalog, hasil penelitian, maupun publikasi lainnya, dapat diakses publik secara berkelanjutan. Perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang belajar, ruang riset, sekaligus pusat referensi kebudayaan Indonesia yang terus berkembang, sehingga warisan intelektual bangsa tidak hanya terjaga, tetapi juga melahirkan pengetahuan dan gagasan baru,” tegas Fadli.

Apresiasi dari Lembaga Arsip dan Perpustakaan Nasional

Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen kuat Kementerian Kebudayaan dalam memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan memperkuat pelestarian warisan intelektual bangsa. “Perpustakaan adalah ruang yang menyimpan khazanah pengetahuan yang harus dapat diakses oleh masyarakat untuk memahami masa lalu dan membangun masa depan. Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita menunjukkan komitmen yang kuat dari Kementerian Kebudayaan dalam membangun ekosistem pengetahuan. Kami meyakini perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar, ruang kolaborasi, dan pusat layanan pengetahuan kebudayaan,” tutur Aminudin. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Perpustakaan Nasional siap memberikan pendampingan melalui pembinaan kelembagaan, penguatan kompetensi pustakawan, serta pengembangan layanan agar perpustakaan ini dikelola secara profesional. Senada dengan itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, menilai kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita sebagai langkah penting dalam memperkuat pelestarian memori kolektif bangsa. Menurutnya, perpustakaan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Perpustakaan dan arsip merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam menjaga warisan intelektual bangsa. Arsip tidak hanya disimpan, tetapi harus terus dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu kami menyambut baik kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita dan siap mendukung pengembangannya melalui penelusuran serta penyediaan sumber-sumber arsip yang relevan untuk memperkaya khazanah pengetahuan kebudayaan Indonesia,” jelas Mego.

Menghormati Warisan Pujangga Nusantara

Terletak di lobi lantai dasar Kantor Kementerian Kebudayaan, perpustakaan ini didedikasikan sebagai penghormatan kepada pujangga besar Nusantara, Raden Ngabehi Ranggawarsita. Sosoknya dikenal mewariskan tradisi intelektual dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Kehadiran perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang yang mendukung riset, pembelajaran, dan pemanfaatan pengetahuan kebudayaan bagi masyarakat luas. Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kebudayaan menerima Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpustakaan Nasional. Sertifikat ini menjadi pengakuan resmi atas keberadaan Perpustakaan Ranggawarsita sekaligus landasan bagi penguatan tata kelola, pembinaan, pengembangan jejaring, dan peningkatan kualitas layanan. Peresmian ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pengelolaan pengetahuan kebudayaan Indonesia secara berkelanjutan. Kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat rujukan yang inklusif, terintegrasi, dan mudah diakses oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan nasional.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar