Obesitas dan Merokok Percepat Penyakit Kronis, Teknologi Laser Ditawarkan sebagai Solusi

- Selasa, 21 Juli 2026 | 03:50 WIB
Obesitas dan Merokok Percepat Penyakit Kronis, Teknologi Laser Ditawarkan sebagai Solusi
PARADAPOS.COM - Dua faktor risiko, yaitu obesitas dan kebiasaan merokok, disebut-sebut dapat mempercepat munculnya penyakit kronis seiring bertambahnya usia. Dokter Boike menjelaskan bahwa proses penuaan alami membuat darah semakin kental dan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya. Kondisi ini diperparah jika seseorang memiliki berat badan berlebih dan aktif merokok, sehingga risiko penyakit degeneratif pun meningkat drastis.

Obesitas dan Peradangan Pembuluh Darah

Penumpukan lemak viseral—lemak yang berada di sekitar organ dalam—menjadi pemicu utama. Ketika lemak ini meningkat, tubuh lebih mudah mengalami peradangan pada dinding pembuluh darah. Peradangan kronis tersebut, menurut penjelasan medis, dapat mengganggu metabolisme gula dan memicu resistensi insulin. Akibatnya, risiko diabetes tipe 2 dan gangguan metabolisme lainnya menjadi lebih tinggi.

Dampak Merokok pada Aterosklerosis

Sementara itu, rokok membawa ancaman yang tak kalah serius. Setiap hisapan mengirimkan ribuan zat kimia ke dalam tubuh, memicu proses oksidasi akibat radikal bebas. Dampak langsungnya, pembuluh darah menjadi kaku dan rentan terhadap aterosklerosis—penyempitan akibat penumpukan plak. Kedua kondisi ini, baik dari obesitas maupun merokok, saling memperburuk keadaan pembuluh darah dan aliran darah secara keseluruhan. “Aterosklerosis semakin menebal serta resistensi insulin semakin bertambah, sehingga mengakibatkan aliran oksigen dan nutrisi ke organ-organ vital dan menyebabkan berbagai penyakit kronis,” jelasnya.

Mengenal Teknologi Laser untuk Kesehatan Darah

Di tengah upaya pencegahan, teknologi laser hadir sebagai salah satu solusi pendukung. Teknologi ini dirancang untuk memproduksi sinar laser dengan tiga varian warna: merah, biru, dan kuning. Sebelumnya, hanya sinar merah yang tersedia. Kini, kombinasi ketiganya diklaim mampu memberikan manfaat lebih optimal. Salah satu produk yang mengusung teknologi ini adalah Dr Laser dari Gogomall. Alat ini bekerja dengan cara menyinari penggumpalan darah di pembuluh darah. Jika Anda memiliki kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, kemungkinan adanya penggumpalan darah perlu diwaspadai.

Cara Kerja dan Manfaat Laser

Penggunaan alat ini cukup sederhana. Dr Laser ditempelkan di pergelangan tangan sebanyak tiga kali sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat. Sinar laser dipercaya membantu mengurai gumpalan darah, menjaga kualitas darah, serta mengoptimalkan fungsi sel-sel darah. Bahkan, kolesterol di dalam pembuluh darah disebut bisa diubah menjadi energi. Teknologi low-level laser ini juga diklaim mampu membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan kualitas darah dan elastisitas pembuluh darah. Kekentalan darah pun bisa dicegah karena aliran darah menjadi lebih lancar. Menariknya, alat ini juga direkomendasikan bagi mereka yang tidak memiliki keluhan penyakit, sebagai langkah pencegahan.

Panduan Pemakaian

Untuk hasil maksimal, Dr Laser digunakan di pergelangan tangan kiri. Posisi ini dipilih agar sinar laser dapat menyinari pembuluh nadi dan titik akupuntur di area tersebut. Manfaatnya, aliran darah menjadi lebih lancar dan penggumpalan yang berpotensi menyebabkan penyumbatan bisa diurai. Cukup gunakan sehari dua kali dengan durasi antara 15 hingga 60 menit per sesi. Bagi Anda yang tertarik untuk mencegah komplikasi, informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui nomor call center (021) 8082 1200 atau WhatsApp/SMS center 0812 8686 9090. Konten kesehatan lainnya yang inspiratif juga dapat disaksikan di program Metro TV “Go Healthy” maupun melalui channel YouTube Go Healthy. Ingat, kualitas darah memengaruhi kualitas hidup Anda. Jadi, atasi masalahnya sejak dini dan cegah komplikasinya.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar