PARADAPOS.COM - Jakarta, 20 Juli 2025 – Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 di partai final. Gol tunggal Ferran Torres memastikan La Roja meraih trofi dunia kedua mereka sejak 2010. Di balik kemenangan ini, sorotan juga tertuju pada Lamine Yamal, wonderkid berusia 19 tahun yang menjadi pemain Muslim termuda dalam daftar juara dunia. Berikut adalah dua belas pesepak bola Muslim yang pernah mengangkat trofi paling bergengsi di planet ini.
Zinedine Zidane: Pahlawan Final 1998
Zinedine Zidane menjadi figur sentral saat Prancis merebut Piala Dunia pertamanya pada 1998. Dua gol sundulannya menghancurkan Brasil 3-0 di Stade de France. Pemain keturunan Aljazair ini mengakhiri turnamen sebagai ikon sepak bola Prancis. Zidane secara terbuka mengakui dirinya seorang Muslim.
Mesut Ozil: Gelandang Kreatif Jerman 2014
Mesut Ozil menjadi motor serangan Jerman saat menjuarai Piala Dunia 2014. Gelandang keturunan Turki ini tampil penuh dari fase grup hingga final melawan Argentina, yang dimenangi 1-0 berkat gol Mario Götze di perpanjangan waktu. Ozil dikenal karena kebiasaannya berdoa di pinggir lapangan sebelum kick-off dan menjalankan ibadah harian di tengah jadwal padat sebagai atlet.
Sami Khedira: Jenderal Lini Tengah Die Mannschaft
Sami Khedira menjadi pemimpin di lini tengah Jerman pada 2014. Pemain berdarah Tunisia ini menyumbang satu gol saat Jerman membantai Brasil 7-1 di semifinal. Meski sempat masuk starter di final, Khedira harus mundur karena cedera saat pemanasan, digantikan Christoph Kramer. Kontribusinya sepanjang turnamen tetap menjadi fondasi keberhasilan tim.
Shkodran Mustafi: Bek Tangguh dari Bad Hersfeld
Shkodran Mustafi melengkapi trio Muslim di skuad Jerman 2014. Bek kelahiran Bad Hersfeld ini bermain di fase grup dan babak 16 besar sebelum cedera paha menghentikan langkahnya. Meski absen di sisa turnamen, ia tetap terdaftar secara resmi sebagai anggota skuad juara. Mustafi berulang kali menegaskan Islam memegang peranan penting dalam hidupnya.
Paul Pogba: Pengatur Serangan Les Bleus 2018
Paul Pogba tampil gemilang saat Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Berperan sebagai pengatur serangan di lini tengah bersama N’Golo Kanté, ia menjadi motor permainan yang solid. Pogba mencetak gol ketiga Prancis dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia di final. Sebelum turnamen di Rusia, ia sempat menjalankan ibadah umrah ke Makkah.
N’Golo Kanté: Pemain Kunci di Lini Tengah
N’Golo Kanté merupakan pilar taktik Didier Deschamps pada 2018. Daya jelajah tinggi dan kemampuannya memutus aliran serangan lawan menjadi kunci sukses Prancis menyingkirkan Argentina, Uruguay, Belgia, hingga Kroasia. Gelandang keturunan Mali ini dikenal taat menjalankan ajaran Islam dan tetap berpuasa saat kompetisi ketat. Ia menjadi satu dari tujuh pemain Muslim dalam skuad juara.
Ousmane Dembele: Sayap Cepat dengan Kontribusi Penting
Ousmane Dembele turut berkontribusi dalam perjalanan Prancis merengkuh trofi 2018. Ia menjadi starter di laga fase grup melawan Australia dan Peru, sebelum lebih sering masuk sebagai pemain pengganti di babak gugur. Pemain keturunan Mali dan Mauritania ini merupakan bagian dari tujuh pilar Muslim di skuad Les Bleus. Di tingkat klub, Dembélé konsisten menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Nabil Fekir: Pelapis Serang yang Berharga
Nabil Fekir berperan sebagai pelapis di lini serang Prancis pada 2018. Ia beberapa kali turun ke lapangan, termasuk saat masuk sebagai pemain pengganti di final melawan Kroasia. Fekir secara terbuka pernah membagikan pengalamannya menjalankan puasa Ramadan sebagai pesepak bola profesional. Ia naik ke podium menerima medali emas bersama skuad.
Adil Rami: Pemain Senior di Ruang Ganti
Meski tidak mencatatkan menit bermain selama Piala Dunia 2018, Adil Rami memegang peranan penting sebagai pemain senior di ruang ganti Prancis. Bek keturunan Maroko ini menjadi satu dari dua pemain Les Bleus yang tidak diturunkan sepanjang turnamen. Namun, statusnya dalam daftar 23 pemain resmi membuatnya tetap tercatat sebagai pemenang Piala Dunia.
Djibril Sidibe: Satu Penampian, Satu Gelar
Djibril Sidibé mencatatkan satu penampilan saat Prancis bermain imbang tanpa gol melawan Denmark di laga pamungkas fase grup. Cedera menjelang turnamen membuat posisi bek kanan utama beralih ke Benjamin Pavard. Walau hanya tampil sekali, pemain keturunan Mali ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sukses Prancis.
Benjamin Mendy: Bek Kiri dengan Medali Emas
Benjamin Mendy tampil sebagai pemain pengganti dalam pertandingan fase grup melawan Denmark. Bek kiri ini sebelumnya harus melewatkan banyak laga akibat cedera panjang, sehingga posisi utama lebih banyak dipercayakan kepada Lucas Hernandez. Mendy tetap masuk dalam skuad resmi pilihan Didier Deschamps dan berhak menerima medali juara. Ia menjadi pemain Muslim ketujuh di dalam skuad Prancis edisi 2018.
Lamine Yamal: Wonderkid Muslim Terbaru
Lamine Yamal menjadi nama terbaru dalam daftar ini setelah mengantar Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Ia tampil dalam delapan pertandingan dan menjadi starter saat La Roja menumbangkan Argentina di final. Meski hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen, Yamal menorehkan akurasi operan mencapai 85 persen. Ia juga sukses mencatatkan 30 dribel sukses, jumlah tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil.
Prestasi ini melengkapi pencapaian Yamal bersama Spanyol usai menjuarai Euro 2024. Di usianya yang baru 19 tahun, ia menyamai rekor legendaris milik Pelé, Giuseppe Bergomi, dan Kylian Mbappé sebagai pemain remaja yang tampil sekaligus memenangi laga final Piala Dunia.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri ESDM: Harga Hidrogen Bakal Lebih Kompetitif dari BBM dalam Waktu Dekat
Kongres II Garda Pemuda NasDimulai, Saan Mustopa Sebut Organisasi Sumber Mata Air Kepemimpinan Partai
Kadin Kalteng Lantik Andri Aan Pimpin Komite Digitalisasi untuk Akselerasi Ekonomi Daerah
Menteri PU Andalkan Sistem Whistleblowing untuk Tindak Pelanggaran, dari Judi Online hingga Korupsi