PARADAPOS.COM - PSIM Yogyakarta resmi mengamankan jasa mantan bek PSM Makassar, Ahmad Agung Setiabudi, untuk memperkuat lini pertahanan mereka pada kompetisi musim 2026/2027. Pemain berusia 30 tahun yang pernah membela Timnas Indonesia ini didatangkan berdasarkan evaluasi tim, terutama untuk membenahi sektor belakang yang dinilai menjadi titik lemah pada putaran kedua musim lalu. Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh Manajer PSIM, Iksan Mahar, di Makassar.
Rekam Jejak di Liga 1 dan Fleksibilitas Posisi
Berdasarkan data yang dihimpun, Ahmad Agung sempat membela PSM Makassar pada musim 2019/2020. Saat itu, ia bermain di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak. Selama semusim berseragam Pasukan Ramang, pemain asal Demak itu mencatatkan tujuh penampilan dan menyumbang satu assist sebelum kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19.
Perjalanan kariernya tidak berhenti di sana. Sebelum bergabung dengan PSIM, Ahmad Agung juga sempat memperkuat sejumlah klub besar lainnya. Ia pernah membela PSIS Semarang, Bali United, dan Persik Kediri. Pengalaman panjangnya di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia itu menjadi nilai tambah tersendiri.
Yang menarik, fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan utama pemain kelahiran 9 Maret 1996 ini. Ia tidak hanya piawai bermain sebagai bek tengah, tetapi juga mampu beroperasi sebagai gelandang bertahan. Kemampuan adaptasi ini tentu memberi opsi taktis yang lebih luas bagi pelatih PSIM.
Alasan di Balik Keputusan PSIM
Manajer PSIM, Iksan Mahar, memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan perekrutan ini. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian evaluasi internal yang mendalam.
"Kami mendatangkan Ahmad Agung karena kualitasnya sesuai dengan kebutuhan taktis tim saat ini. Kehadirannya diproyeksikan memperkuat area yang perlu dibenahi, khususnya di lini belakang," kata Iksan.
Ia menambahkan, sektor pertahanan memang menjadi perhatian serius tim pelatih sejak putaran kedua musim lalu. Dengan hadirnya Ahmad Agung, diharapkan soliditas lini belakang Laskar Mataram bisa meningkat secara signifikan.
Keputusan Pribadi Sang Pemain
Di sisi lain, Ahmad Agung mengungkapkan bahwa proses negosiasi dengan PSIM sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku sudah dihubungi sejak musim lalu, namun baru tahun ini kesepakatan benar-benar tercapai.
"Sejak tahun lalu saya sudah dihubungi PSIM. Tahun ini saya sempat bertanya kepada Ze Valente tentang PSIM dan dia menyarankan saya bergabung. Alhamdulillah akhirnya kami sepakat untuk satu musim," ujar Ahmad Agung.
Keputusan untuk menerima pinangan PSIM juga tidak lepas dari pertimbangan personal. Pemain yang akrab disapa Agung itu mengaku melihat perkembangan positif dari tim. Selain itu, dukungan besar dari suporter serta lokasi Yogyakarta yang relatif dekat dengan kampung halamannya di Demak menjadi faktor penentu.
"Dukungan suporter PSIM luar biasa. Itu salah satu hal yang membuat saya yakin. Ditambah lagi, Yogyakarta tidak terlalu jauh dari rumah, jadi lebih mudah untuk koordinasi keluarga," ungkapnya.
Dengan bergabungnya Ahmad Agung, PSIM Yogyakarta kini memiliki tambahan amunisi berpengalaman di lini belakang. Publik pun menantikan bagaimana kontribusinya dalam mengawal pertahanan Laskar Mataram musim depan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri ESDM: Harga Hidrogen Bakal Lebih Kompetitif dari BBM dalam Waktu Dekat
Kongres II Garda Pemuda NasDimulai, Saan Mustopa Sebut Organisasi Sumber Mata Air Kepemimpinan Partai
Kadin Kalteng Lantik Andri Aan Pimpin Komite Digitalisasi untuk Akselerasi Ekonomi Daerah
Menteri PU Andalkan Sistem Whistleblowing untuk Tindak Pelanggaran, dari Judi Online hingga Korupsi