Kadin Kalteng Lantik Andri Aan Pimpin Komite Digitalisasi untuk Akselerasi Ekonomi Daerah

- Selasa, 21 Juli 2026 | 14:25 WIB
Kadin Kalteng Lantik Andri Aan Pimpin Komite Digitalisasi untuk Akselerasi Ekonomi Daerah
PARADAPOS.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Tengah resmi melantik pengurus Komite Tetap Pengelolaan Teknologi dan Digitalisasi masa bakti 2026-2031 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat, 10 Juli 2026. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, ini menandai langkah strategis organisasi untuk menjadikan sektor teknologi dan digitalisasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Aktor Andri Aan dipercaya mengemban amanah sebagai ketua komite, sebuah posisi yang dinilai strategis dalam mendorong akselerasi digital di Bumi Tambun Bungai.

Andri Aan: Digitalisasi Bukan Sekadar Opsi, Tapi Kunci Daya Saing

Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dan Ketua Umum Kadin Kalteng, Rahmat Hamka. Suasana di aula berlantai dua itu terasa khidmat, mencerminkan harapan besar yang disematkan pada kepengurusan baru ini. Andri Aan, yang dikenal luas sebagai pemeran film "Jangan Buang Ibu", menegaskan bahwa perekonomian Kalteng tidak boleh lagi bergantung semata pada sektor konvensional. Ia meyakini bahwa akselerasi digital merupakan kunci utama agar pengusaha daerah mampu bersaing di panggung nasional maupun global. "Saya percaya, masa depan ekonomi Kalimantan Tengah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh seberapa cepat kita mampu mengadopsi teknologi dan melahirkan pelaku usaha yang siap bersaing di era digital," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 14 Juli 2026.

Program Digitalisasi UMKM Jadi Prioritas Utama

Dalam waktu dekat, Andri Aan berencana meluncurkan program Digitalisasi UMKM Kalteng. Program ini dirancang untuk membawa paradigma baru yang lebih mendalam, tidak sekadar memberikan edukasi digital yang bersifat permukaan. Fokusnya bukan lagi hanya mengajarkan pelaku usaha cara menggunakan media sosial. Lebih dari itu, pengusaha lokal akan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pasar, dan membangun sistem bisnis yang lebih efisien. "Saya berharap Kadin bisa menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha dengan teknologi, sehingga transformasi digital benar-benar dirasakan manfaatnya," tambahnya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Pusat

Visi digitalisasi yang diusung Kadin Kalteng sejalan dengan harapan para pemimpin yang hadir. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memberikan pesan tegas agar Kadin terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong akselerasi digital di daerah. "Selamat kepada seluruh pengurus Kadin Kalimantan Tengah yang telah dilantik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab untuk membangun dan memperkuat perekonomian Kalimantan Tengah," tuturnya. Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, melihat potensi besar Kalteng sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mendorong pengusaha lokal, termasuk di sektor teknologi, untuk naik kelas melalui pemanfaatan digitalisasi. "Pengusaha Kalimantan Tengah harus terus berkembang, naik kelas, dan berkontribusi bagi kemajuan ekonomi daerah maupun nasional," tandas Anindya.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk Generasi Muda

Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Kalteng, Rahmat Hamka, menegaskan kesiapan organisasinya untuk bersinergi erat dengan pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital. Sinergi ini mencakup upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis digital di kalangan generasi muda, yang dinilai sebagai tulang punggung ekonomi masa depan. Dengan nakhoda baru di sektor teknologi dan digitalisasi di bawah kendali Andri Aan, Kadin Kalteng kini siap mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Para pelaku usaha lokal didorong untuk melangkah lebih maju dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar