Persediaan Rudal Jarak Jauh AS Menipis di Tengah Eskalasi Serangan ke Iran, Pejabat Pentagon Akui Keterbatasan Logistik

- Selasa, 21 Juli 2026 | 15:25 WIB
Persediaan Rudal Jarak Jauh AS Menipis di Tengah Eskalasi Serangan ke Iran, Pejabat Pentagon Akui Keterbatasan Logistik
PARADAPOS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus memuncak, namun di balik gempuran udara yang terus diperluas, Washington justru mengakui adanya keterbatasan serius. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan terbaru menargetkan pusat komando militer Iran, fasilitas maritim, serta lokasi peluncuran rudal dan drone. Meski demikian, seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa persediaan rudal dan amunisi jarak jauh Negeri Paman Sam tidak lagi mencukupi untuk mempertahankan operasi militer skala penuh melawan Teheran.

Serangan Sembilan Hari Berturut-turut

Militer AS telah memperluas jangkauan serangannya selama sembilan hari terakhir. Rentetan operasi ini, menurut pengamatan, semakin mendekatkan kedua negara pada konflik habis-habisan di kawasan Timur Tengah. CENTCOM bahkan merilis rekaman terbaru yang memperlihatkan serangan udara terhadap sejumlah titik strategis di Iran. "Pasukan Amerika tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan yang tidak beralasan terhadap awak kapal sipil yang berupaya melintasi selat secara bebas dan terbuka," tulis CENTCOM dalam pernyataan resminya.

Kekhawatiran di Balik Gedung Putih

Di tengah gencarnya operasi militer, laporan menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi untuk melancarkan "perang yang lebih luas". Keputusan ini diambil seiring dengan bertambahnya jumlah pesawat tempur Amerika yang dikerahkan ke pangkalan-pangkalan di Timur Tengah. Namun, di balik rencana besar itu, terdapat suara hati-hati dari dalam pemerintahan. Seorang pejabat AS yang mengetahui langsung pembahasan di lingkaran dalam mengungkapkan kekhawatiran yang mendasar. "Kita tidak memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan operasi dengan aman, dan saya rasa Gedung Putih tidak menyadari hal itu," ungkap pejabat tersebut kepada The Washington Post, seperti dikutip The Telegraph, Selasa (21/7/2026). Pernyataan ini menyoroti adanya kesenjangan antara ambisi strategis dan realitas logistik militer. Persediaan pertahanan udara dan amunisi jarak jauh yang menipis menjadi faktor pembatas yang krusial.

Implikasi di Lapangan

Dari sudut pandang militer, pengakuan ini bukanlah hal sepele. Kekurangan amunisi jarak jauh secara langsung membatasi kemampuan AS untuk melancarkan serangan presisi secara berkelanjutan. Ini berarti, meskipun secara taktis serangan masih mungkin dilakukan, secara strategis operasi besar-besaran akan sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Situasi ini menempatkan Washington pada posisi yang rumit. Di satu sisi, tekanan untuk merespons tindakan Iran terus meningkat. Di sisi lain, keterbatasan sumber daya memaksa para pengambil kebijakan untuk berpikir ulang sebelum melangkah lebih dalam ke dalam konflik yang berpotensi meluas.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar