Trump Ancam Serang Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran yang Diduga Sembunyikan Sentrifuges Canggih

- Selasa, 21 Juli 2026 | 17:50 WIB
Trump Ancam Serang Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran yang Diduga Sembunyikan Sentrifuges Canggih
PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman langsung untuk menyerang fasilitas nuklir Iran yang diduga menjadi lokasi penyembunyian sentrifuges canggih. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (21/7/2026), Trump menegaskan bahwa serangan akan dilakukan dalam waktu dekat dan Iran tidak memiliki kemampuan untuk mencegahnya. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah perang singkat antara Israel dan Iran pada Juni 2025, serta kekhawatiran internasional atas program nuklir Teheran yang terus berlanjut.

Ancaman Langsung dari Gedung Putih

Trump menyampaikan ancaman tersebut saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah Iran telah memindahkan sentrifugesnya ke Gunung Pickaxe di kawasan Natanz. “Kami akan menyerang area itu dengan sangat keras, mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya,” ujarnya. Dalam pernyataan yang sama, ia menambahkan dengan nada percaya diri, “Biasanya saya tidak akan mengatakan hal itu. Jika saya berpikir mereka bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya, saya tidak akan pernah mengatakannya; namun kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan... dengan sangat keras.”

Fasilitas Bawah Tanah yang Sulit Ditembus

Menurut sumber intelijen Israel, Iran telah memindahkan sentrifus canggih serta sebagian dari cadangan uraniumnya ke fasilitas bawah tanah yang terletak di selatan Teheran. Langkah ini dilakukan setelah perang 12 hari pada bulan Juni tahun lalu. Lokasi tersebut, yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain, telah menjadi perhatian utama bagi badan intelijen Israel selama berbulan-bulan. Fasilitas itu diperkuat dan berada jauh di bawah permukaan tanah, menjadikannya target yang sangat sulit bagi serangan udara AS maupun Israel. Ditambah lagi, posisinya yang berada di pusat wilayah Iran membuat operasi darat menjadi hampir mustahil dilakukan. “Aktivitas dan pembangunan di lokasi itu meningkat setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran pada bulan Juni 2025,” jelas seorang sumber Israel.

Uranium Tingkat Senjata dan Upaya Pengamanan

Iran saat ini diperkirakan memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya tinggi. Upaya untuk menyingkirkan uranium tersebut menjadi salah satu prioritas utama perang bagi Israel dan AS. Israel meyakini bahwa sebagian dari uranium itu telah dipindahkan ke Pickaxe Mountain. Laporan dari CNN sebelumnya mengungkapkan bahwa Iran secara drastis meningkatkan upaya pengamanan di lokasi tersebut. Mereka sengaja meruntuhkan terowongan dan memasang jebakan berupa ranjau peledak di pintu-pintu masuk untuk menutup akses ke cadangan uranium yang mendekati tingkat mutu senjata.

Serangan Sebelumnya dan Kekhawatiran yang Tersisa

Menjelang akhir perang singkat pada Juni 2025, AS melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan. Namun, Pickaxe Mountain tidak menjadi sasaran dalam operasi tersebut. Keputusan ini meninggalkan tanda tanya besar, mengingat lokasi tersebut kini menjadi pusat perhatian baru. Pada Desember lalu, seorang pejabat senior Israel menyampaikan kekhawatirannya kepada CNN. “Ada berbagai sinyal, pernyataan, dan pesan yang terus muncul, yang mengindikasikan bahwa Iran sedang mempersenjatai diri kembali, meningkatkan kemampuan, serta bersiap untuk melakukan serangan,” ungkapnya. Situasi di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara belum mereda. Ancaman Trump kali ini menambah daftar panjang peringatan keras yang dikeluarkan Washington terhadap program nuklir Teheran.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar