PARADAPOS.COM - Komisi B DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas PAM JAYA pada Selasa, 21 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung upaya perusahaan daerah tersebut dalam menekan angka Non-Revenue Water (NRW), atau selisih pencatatan air yang tidak menghasilkan pendapatan. Dalam kesempatan itu, DPRD juga mendorong PAM JAYA untuk mempercepat pemasangan sambungan rumah tangga, yang saat ini baru mencapai 44 persen dari total cakupan yang ditargetkan.
Menekan NRW, Bukan Sekadar Kebocoran Pipa
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menegaskan pentingnya realisasi sambungan rumah tangga agar air yang sudah mengalir di pipa tidak hanya menjadi "standby" tanpa termanfaatkan. “Jangan sampai air standby terus di pipa, bagaimana sambungan rumah itu bisa berjalan sehingga nantinya ada penurunan NRW,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Nova, selama ini publik kerap menyamakan NRW hanya dengan kebocoran pipa. Padahal, kategorinya jauh lebih luas. Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PermenPU) Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Air Minum, NRW terbagi dalam tiga kategori: konsumsi resmi tak berekening (authorized unbilled consumption), kehilangan komersial (apparent losses) seperti sambungan ilegal dan kesalahan pencatatan meter, serta kehilangan fisik (real losses) akibat kebocoran.
Capaian dan Tantangan di Berbagai Wilayah
Nova menyebutkan, capaian penyediaan air bersih di Jakarta Timur dan Jakarta Utara dinilai sudah lebih aman. Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan masih menjadi fokus utama PAM JAYA yang tengah mengejar perluasan sambungan rumah tangga.
“Tadi disampaikan Pak Dirut, kalau misalnya mengganti keseluruhan 13.000 pipa yang ada di DKI Jakarta, kurang lebih membutuhkan dana yang sangat besar, sampai Rp 22 triliun,” ungkap Nova.
Rencana penggantian pipa secara menyeluruh ini, lanjutnya, akan melalui proses market sounding pada Desember mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan angka kehilangan air dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemerintah Alokasikan Rp 21,16 Triliun untuk Rehabilitasi Infrastruktur Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera
Pekerja Alat Berat Diterkam Harimau Sumatera saat BAB di Kanal, Selamat Meski Luka Parah
Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat Terkendala Pengelolaan Air Limbah Tanpa IPAL Memadai
10.673 Hektare Sawah di Indramayu Terancam Puso Akibat Kemarau Panjang