PARADAPOS.COM - Seorang pekerja alat berat bernama Harianto (31) mengalami luka-luka setelah diterkam harimau sumatera di kawasan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (21/7) malam. Insiden terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat korban keluar dari kamp tempatnya bekerja untuk buang air besar di dekat kanal. Beruntung, nyawa korban masih tertolong dan kini telah dirujuk ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kronologi Kejadian di Lokasi Terpencil
Harianto bekerja sebagai helper alat berat yang bertugas membersihkan lahan dan membuat kanal di area perkebunan. Menurut laporan yang dihimpun, malam itu ia meninggalkan kamp sendirian menuju kanal yang jaraknya tak jauh dari tempatnya menginap. Namun, baru sekitar sepuluh menit berlalu, rekan-rekannya mendengar teriakan minta tolong yang memecah kesunyian malam.
Saat itu, suasana di lokasi benar-benar gelap. Rekan-rekan korban segera berhamburan keluar kamp untuk mencari Harianto, tetapi upaya awal mereka tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi yang mencekam, mereka kemudian menyalakan mesin alat berat dan menghidupkan seluruh lampu penerangan yang ada. Cahaya lampu itulah yang akhirnya menerkam pemandangan mengerikan: seekor harimau sumatera sedang menerkam tubuh Harianto.
Seketika, satwa liar itu melepaskan gigitannya dan kabur meninggalkan korban yang tergeletak dalam keadaan berlumuran darah. Tanpa menunggu lebih lama, tim rekan kerja segera mengevakuasi Harianto ke Puskesmas Pembantu di Kampung Teluk Lanus. Setelah mendapatkan penanganan pertama, ia dirujuk ke RSUD Tengku Rafian Siak karena luka-luka yang dideritanya cukup serius.
Konfirmasi dari Camat Sungai Apit
Peristiwa ini dibenarkan oleh Camat Sungai Apit, Tengku Muhtasar. Dalam keterangannya, ia mengonfirmasi bahwa korban selamat meskipun mengalami luka parah akibat terkaman harimau sumatera.
"Kejadian tadi sekitar pukul 19.30 WIB ini. Kondisi korban selamat, namun banyak keluar darah dan sudah dirujuk menuju ke RSUD Tengku Rafian. Sudah diperjalanan," ujar Tengku Muhtasar.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Harianto masih dalam penanganan intensif tim medis. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terkait langkah penanganan satwa liar di lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Pria di Surabaya Raup Omzet Rp18 Juta per Bulan dari Ternak Burung Blackthroat di Pekarangan Rumah
Tentara Lebanon Mulai Dikerahkan ke Zawtar al-Gharbiyeh Usai Penarikan Israel, Warga Belum Bisa Kembali
Wanita Lansia Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Rumahnya, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Pemerintah Alokasikan Rp 21,16 Triliun untuk Rehabilitasi Infrastruktur Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera