PARADAPOS.COM - Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dan dunia tercatat pada tanggal 22 Juli. Mulai dari aksi teror bom yang mengguncang dua gereja di Jakarta Timur pada tahun 2001, hingga momen bersejarah penetapan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2014. Selain itu, tanggal ini juga menandai kelahiran tokoh nasional, kemerdekaan sebuah wilayah, serta pencapaian di dunia penerbangan.
Lahirnya Sang Diplomat: Adam Malik
Salah satu tokoh besar bangsa, Adam Malik Batubara, lahir di Pematangsiantar, Sumatra Utara, pada 22 Juli 1917. Namanya harum sebagai Wakil Presiden ketiga Republik Indonesia, sebuah posisi yang diembannya dari tahun 1978 hingga 1983.
Namun, perjalanan kariernya tidak berhenti di situ. Sebelumnya, ia pernah duduk sebagai Wakil Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), Menteri Perdagangan, Menteri Luar Negeri, hingga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Kontribusinya dalam diplomasi dan pemerintahan menjadikannya figur yang disegani.
Kemerdekaan Sarawak dan Penerbangan Bersejarah
Di belahan dunia lain, tepatnya pada 22 Juli 1963, Sarawak memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Wilayah yang terletak di utara Pulau Kalimantan ini kemudian memilih bergabung ke dalam Federasi Malaysia pada 16 September di tahun yang sama, bersama Sabah, Singapura, dan Federasi Malaya. Hingga kini, Sarawak dikenal sebagai negara bagian dengan kewenangan khusus di bidang pemerintahan, imigrasi, dan yudisial, dengan Kuching sebagai ibu kotanya.
Masih di tanggal yang sama, namun tiga dekade sebelumnya, dunia penerbangan mencatat sejarah. Pilot asal Amerika Serikat, Wiley Hardeman Post, berhasil menjadi orang pertama yang terbang seorang diri mengelilingi dunia. Penerbangan epik yang berakhir pada 22 Juli 1933 itu dituntaskannya dalam waktu 7 hari 19 jam. Prestasi ini bukan hanya tonggak sejarah, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan pakaian bertekanan tinggi atau pressure suit untuk penerbangan di ketinggian.
Ledakan yang Mengguncang Ibadah
Suasana damai di ibu kota terusik pada 22 Juli 2001. Dua gereja di Jakarta Timur menjadi sasaran aksi teror bom. Gereja Santa Anna di Duren Sawit dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di kawasan Kalimalang diguncang ledakan.
Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Anna saat misa tengah berlangsung. Sementara itu, bom lainnya meledak di area parkir Gereja HKBP. Peristiwa nahas ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, meninggalkan duka mendalam bagi umat dan warga sekitar.
Infrastruktur dan Panggung Demokrasi
Pada 22 Juli 2014, Jakarta mendapatkan angin segar di sektor transportasi. Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara resmi beroperasi. Ruas sepanjang 7,87 kilometer yang menghubungkan Kembangan dengan Ulujami ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas dan meningkatkan konektivitas di Ibu Kota.
Hari yang sama di tahun 2014 menjadi panggung bagi puncak demokrasi Indonesia. Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilihan Presiden 2014. Pasangan yang meraih suara terbanyak ini kemudian dilantik pada 20 Oktober 2014, menandai babak baru kepemimpinan nasional.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mundur karena Masalah Kesehatan
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mundur demi Jalani Pengobatan Jantung, Diminta Presiden Awasi BGN
Lee Jun Young Resmi Jalani Wamil, Ini 5 Drama Terbaik yang Bisa Ditonton Kembali
Lawson Gelar Promo Buy 1 Get 1, Wall Street Tertekan Konflik AS-Iran