PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, dengan lonjakan signifikan. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.26 WIB, indeks melesat 48,026 poin atau setara 0,76 persen ke level 6.388,047, setelah dibuka di posisi 6.366,012. Sebanyak 319 saham emiten tercatat menguat, sementara 208 saham lainnya melemah dan 211 saham stagnan. Total transaksi yang sudah terjadi mencapai Rp3,881 triliun dengan volume perdagangan 9,324 miliar saham.
Sentimen Pasar Global dan Domestik
Kenaikan IHSG pagi ini tidak lepas dari pengaruh positif Wall Street. Pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, indeks-indeks saham Amerika Serikat ditutup menguat. Pendorong utamanya adalah aksi "rally" saham semikonduktor dan laporan keuangan emiten yang mayoritas melampaui ekspektasi pasar. Dow Jones Industrial Average naik 0,74 persen, S&P 500 menguat 0,89 persen, dan Nasdaq Composite melesat 1,29 persen.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga menghijau pada hari yang sama. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,26 persen dan Topix meningkat 2,44 persen. Taiex Taiwan bahkan melonjak 4,2 persen, sementara Kospi Korea Selatan naik 3,56 persen dan Kosdaq menguat 0,49 persen. ASX 200 Australia bertambah tipis 0,02 persen, dan Straits Times naik 0,45 persen. Namun, Hang Seng Hong Kong justru terkoreksi 0,04 persen, dan FTSE Malaysia berkurang 0,11 persen.
Proyeksi dan Level Kritis IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melihat potensi IHSG untuk melanjutkan tren positif hingga ke rentang 6.700-6.850. Meski optimistis, ia mengingatkan adanya risiko koreksi.
"Tapi, hati-hati jika "break" kembali di bawah 6.300, berpotensi terkoreksi lagi ke 6.000-an," tutur Fanny.
Ia juga memberikan panduan teknis bagi para pelaku pasar. "Diperkirakan "support" IHSG berada di level 6.230-6.300 dan "resist" IHSG di level 6.380-6.470," tambahnya dalam riset yang dirilis pagi ini.
Sebagai catatan, IHSG pada perdagangan kemarin, Selasa 21 Juli 2026, ditutup naik 1,74 persen. Pergerakan ini disertai aksi beli bersih ("net buy") investor asing yang mencapai Rp360 miliar. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi asing antara lain ANTM, PTRO, BMRI, BBRI, dan BREN.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polri Tegaskan Penangkapan Warga Palestina Abdul Karim Sesuai Prosedur dan Red Notice Interpol
Polisi Bongkar Gudang BBM Subsidi Ilegal di Rohil, Sita Ribuan Liter dan Tiga Tersangka
Presiden Prabowo Sematkan Adhi Makayasa 2026, Tiga dari Empat Perwira Terbaik Alumni SMA Taruna Nusantara
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mundur karena Sakit Jantung, Diminta Prabowo Awasi Program MBG