Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mundur karena Sakit Jantung, Diminta Prabowo Awasi Program MBG

- Rabu, 22 Juli 2026 | 03:25 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mundur karena Sakit Jantung, Diminta Prabowo Awasi Program MBG
PARADAPOS.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pada Rabu, 22 Juli 2025. Langkah ini diambil karena alasan kesehatan, di mana ia harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Meskipun mundur, ia mengaku masih diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mengawasi program strategis makan bergizi gratis (MBG). Dalam laporan harta kekayaannya saat menjabat di awal pemerintahan, Nanik tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp 6,3 miliar.

Alasan Kesehatan dan Permintaan Presiden

Keputusan untuk meninggalkan kursi puncak BGN bukanlah hal yang mudah bagi Nanik. Ia menyampaikan langsung alasannya melalui unggahan di media sosial Facebook. Faktor kesehatan menjadi pemicu utama, namun ia mengaku masih mendapat kepercayaan dari kepala negara. "Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," kata Nanik dalam pernyataannya. Ia juga menambahkan bahwa komunikasi dengan Presiden Prabowo berlangsung secara personal. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan niatnya untuk mundur. "Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ujarnya.

Profil Harta Kekayaan Nanik S Deyang

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan saat awal menjabat di Kabinet Merah Putih, Nanik S Deyang memiliki total kekayaan sebesar Rp 6.303.290.605. Laporan tersebut diserahkan pada 17 Januari 2025, ketika ia menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Mayoritas kekayaan Nanik berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan. Ia tercatat memiliki delapan bidang properti yang tersebar di wilayah Bekasi dan Depok. Total nilai aset tidak bergerak ini mencapai Rp 5.402.000.000. Selain properti, ia juga melaporkan kepemilikan alat transportasi. Tercatat ada tiga unit mobil atas namanya, yaitu BMW 520I CKD tahun 2014, Toyota Avanza tahun 2007, dan Toyota Fortuner tahun 2013. Total nilai kendaraan tersebut mencapai Rp 705 juta. Sebagai pelengkap, Nanik juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp 196.290.605. Dengan demikian, total seluruh harta kekayaannya mencapai angka Rp 6,3 miliar lebih.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar