PARADAPOS.COM - Ketua DPR Puan Maharani mendorong agar pengganti Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan figur berkapasitas tinggi yang mampu membenahi dan meningkatkan kinerja lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Harapan ini disampaikan Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026, menanggapi kabar pengunduran diri Nanik yang diumumkan pagi harinya. Puan juga menekankan perlunya pemerintah bergerak cepat mengisi kekosongan pimpinan BGN, mengingat lembaga tersebut tengah berada dalam fase krusial pembenahan tata kelola.
Harapan untuk Figur Pengganti di BGN
"Semoga penggantinya nanti terbaik untuk BGN dan bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dari BGN. Saya yakin pasti nanti yang terbaik untuk evaluasi selanjutnya," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Puan mengaku baru mendengar kabar pengunduran diri Nanik pada Rabu pagi. Ia meminta pemerintah bergerak cepat mengisi kekosongan pimpinan BGN mengingat lembaga tersebut tengah berada dalam fase krusial pembenahan tata kelola.
Sikap Parlemen terhadap Wacana Dewan Pengawas
Terkait wacana pembentukan Dewan Pengawas BGN, Puan menyampaikan pihak parlemen belum mengkaji langkah tersebut secara mendalam. Namun, ia menekankan setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus bermuara pada penguatan lembaga demi keberlanjutan program pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
"Kita lihat saja, yang paling penting adalah bagaimana nantinya BGN bisa memperbaiki kinerjanya," kata Puan.
Alasan di Balik Pengunduran Diri Nanik
Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN lantaran kondisi kesehatannya yang memerlukan penanganan medis. Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial pribadinya, Nanik mengungkapkan harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu, 22 Juli 2026, saya berangkat," kata Nanik dalam unggahan media sosialnya.
Suasana di Kompleks Parlemen, Senayan, pagi itu terasa sibuk dengan lalu lalang wartawan yang mengejar konfirmasi. Puan yang baru tiba dari ruang kerjanya tampak berhenti sejenak untuk memberikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia berbicara dengan nada tenang namun tegas, menekankan urgensi transisi kepemimpinan di BGN.
Dari sudut pandang lapangan, situasi ini menunjukkan betapa krusialnya peran BGN dalam mengawal program MBG yang menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia. Kekosongan pimpinan, meskipun sementara, bisa berdampak pada kelancaran distribusi dan evaluasi program yang sudah berjalan. Oleh karena itu, langkah cepat dan tepat dari pemerintah sangat dinantikan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan NTB Hadapi Puncak Musim Kemarau pada Agustus 2026, 90 Persen Wilayah Alami Kekeringan Ekstrem
Presiden Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional Gantikan Nanik yang Mundur
Industri Daging AS Genjot Penambahan Rumah Potong Halal untuk Perluas Ekspor ke Indonesia
Realisasi Pendapatan DKI Jakarta Baru 41 Persen di Tengah Semester II 2026, Pajak Daerah Jadi Andalan