Trump Ancam Bom Infrastruktur Sipil Iran Jika Kapal di Selat Hormuz Diserang

- Rabu, 22 Juli 2026 | 14:25 WIB
Trump Ancam Bom Infrastruktur Sipil Iran Jika Kapal di Selat Hormuz Diserang
PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran melalui media sosial. Dalam pernyataan yang diunggah di Truth Social pada Rabu (22/7/2026), Trump mengancam akan membom dan menghancurkan infrastruktur sipil Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik, setiap kali Teheran menembaki kapal di Selat Hormuz. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua negara, yang terbaru ditandai dengan laporan serangan rudal AS yang menghantam Pulau Larak di Selat Hormuz.

Ancaman Trump: Target Infrastruktur Sipil

Trump menuliskan ancamannya dengan nada tegas. "Setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik itu dengan rudal, roket, drone, atau perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK," tulisnya. Unggahan itu langsung memicu perhatian luas, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan produksi minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global. Pernyataan ini bukan pertama kalinya Trump melontarkan retorika agresif terhadap Iran. Sejak masa pemerintahannya, hubungan Washington-Tehran kerap diwarnai saling ancam dan aksi militer terbatas. Namun, ancaman yang secara spesifik menargetkan infrastruktur sipil dinilai sebagai eskalasi baru yang berbahaya.

Serangan Rudal di Pulau Larak

Ketegangan di lapangan semakin terasa setelah laporan dari kantor berita Iran, Tasnim, menyebutkan bahwa serangan rudal AS telah menghantam Pulau Larak di Selat Hormuz pada sore hari waktu setempat. Warga sekitar dilaporkan mendengar ledakan keras yang mengguncang wilayah tersebut. "Pada pukul 14.48, Pulau Larak menjadi sasaran rudal Amerika," tulis Tasnim dalam laporannya. Pemberitaan itu juga menambahkan bahwa pihak berwenang Iran saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan skala serangan, titik dampak yang tepat, dan tingkat kerusakan yang mungkin terjadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS mengenai serangan tersebut.

Eskalasi yang Terus Memanas

Situasi di kawasan Teluk Persia memang tidak pernah benar-benar tenang. Selat Hormuz menjadi titik rawan konflik karena kepentingan ekonomi dan keamanan global bertumpuk di sana. Ancaman Trump yang terbaru ini mempertegas bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer secara langsung untuk melindungi kepentingannya di jalur perairan tersebut. Sementara itu, Iran belum memberikan tanggapan resmi atas ancaman Trump. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Teheran kerap membalas dengan tindakan militer atau melalui proksi di kawasan. Dengan adanya laporan serangan rudal di Pulau Larak, spekulasi mengenai respons balasan Iran pun semakin menguat. Para pengamat khawatir bahwa insiden kecil di Selat Hormuz bisa memicu konflik terbuka yang lebih luas.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar