Bitcoin Bertahan di Level Tertinggi Lima Pekan di Tengah Ketidakpastian Regulasi AS dan Ketegangan Geopolitik

- Kamis, 23 Juli 2026 | 02:00 WIB
Bitcoin Bertahan di Level Tertinggi Lima Pekan di Tengah Ketidakpastian Regulasi AS dan Ketegangan Geopolitik
PARADAPOS.COM - Harga bitcoin bergerak melemah tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat, namun masih bertahan di sekitar level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati dua isu utama: pembahasan rancangan undang-undang regulasi kripto di Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Aset kripto terbesar di dunia itu tercatat turun 0,6 persen menjadi USD66.004, meski masih dalam fase pemulihan dari titik terendah tahunannya berkat arus dana segar ke produk ETF Bitcoin spot.

Pasar Menanti Nasib RUU Kripto di Senat AS

Perhatian investor kini tertuju pada pembahasan Digital Asset Market Clarity Act di Senat Amerika Serikat. RUU yang mengatur struktur pasar aset kripto ini masih menghadapi jalan terjal. Sejumlah senator dari Partai Demokrat dilaporkan menyampaikan keberatan terhadap beberapa ketentuan di dalamnya, terutama yang membatasi kepemilikan aset kripto dalam jumlah besar oleh pejabat pemerintah. Salah satu poin yang masih menjadi ganjalan adalah soal kewenangan penegakan aturan etika. Partai Demokrat mengusulkan agar jaksa agung di tingkat negara bagian memiliki kewenangan menegakkan aturan tersebut terhadap pejabat federal. Sementara itu, Gedung Putih dan sponsor RUU dari Partai Republik menginginkan kewenangan itu tetap berada di tangan jaksa agung Amerika Serikat. Aturan etika yang berlaku bagi presiden, wakil presiden, dan anggota Kongres disebut menjadi salah satu hambatan utama dalam pembahasan RUU tersebut. Para anggota parlemen menargetkan pembahasan rampung sebelum masa reses musim panas Senat yang dimulai pada 7 Agustus mendatang.

Ketegangan AS-Iran Batasi Selera Risiko

Selain isu regulasi, sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik kedua negara yang telah berlangsung selama sebelas hari berturut-turut membuat minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto, cenderung terbatas. Suasana di lantai perdagangan terasa lebih hati-hati, dengan banyak pelaku pasar memilih wait and see. Ketegangan tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak, terutama setelah kelompok Houthi yang didukung Iran memberlakukan blokade laut di Laut Merah. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Kenaikan harga minyak memunculkan kembali risiko inflasi. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi atau kembali mengetatkan kebijakan moneternya pada akhir tahun. Kebijakan seperti itu umumnya menjadi sentimen negatif bagi aset spekulatif seperti kripto.

Harga Terbaru Aset Kripto

Pergerakan aset kripto lainnya cenderung mengikuti bitcoin, meski dengan arah yang beragam. Berikut daftar harga terbaru aset kripto:
  • Ethereum menguat 0,5 persen menjadi USD1.933,44.
  • XRP turun 0,4 persen menjadi USD1,1418.
  • Solana melemah 0,1 persen.
  • BNB turun 0,3 persen.
  • Cardano menguat 1,3 persen.
  • Di kelompok memecoin, Dogecoin turun 0,7 persen.
  • Token TRUMP naik 1 persen.
Di tengah dinamika ini, para analis pasar masih menunggu kejelasan regulasi dan perkembangan situasi geopolitik sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar