Antrean Truk Kontainer di Cakung Sebabkan Kemacetan Parah di Jalan Sultan Agung Bekasi

- Kamis, 23 Juli 2026 | 04:25 WIB
Antrean Truk Kontainer di Cakung Sebabkan Kemacetan Parah di Jalan Sultan Agung Bekasi
PARADAPOS.COM - Kemacetan parah terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi, hingga meluas ke wilayah Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa pagi, 21 Juli 2026. Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengidentifikasi penyebab utama perlambatan arus lalu lintas ini adalah antrean panjang truk kontainer yang mengular hingga memakan badan jalan. Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi dan memastikan penanganan segera dilakukan.

Antrean Truk Kontainer Jadi Sumber Kemacetan

Berdasarkan hasil pemantauan langsung, Teguh menjelaskan bahwa antrean kendaraan berat tersebut terjadi karena truk-truk itu sedang mengantre untuk masuk ke salah satu kawasan perusahaan di wilayah Cakung. Panjangnya barisan kendaraan membuat sebagian dari mereka terpaksa menggunakan badan jalan, yang secara langsung menghambat laju kendaraan lain. “Sumber kemacetan diketahui berasal dari antrean truk kontainer yang mengular menuju salah satu kawasan perusahaan (PT) di wilayah Cakung,” kata Teguh di Bekasi. Kondisi ini tidak hanya memperlambat lalu lintas di titik antrean, tetapi juga berdampak signifikan pada mobilitas masyarakat yang melintas dari arah Bekasi menuju Cakung, maupun sebaliknya. Teguh menambahkan, perlambatan arus lalu lintas itu terasa cukup mengganggu aktivitas warga yang hendak berangkat kerja atau menjalani rutinitas pagi hari. “Antrean kendaraan yang memanjang hingga ke badan jalan mengakibatkan perlambatan arus lalu lintas dan berdampak pada mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Langkah Tegas Dishub: Teguran dan Pemantauan

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Perhubungan Kota Bekasi tidak tinggal diam. Pihaknya telah memberikan teguran keras kepada perusahaan terkait yang menjadi tujuan truk-truk kontainer itu. Perusahaan diminta untuk segera mengarahkan seluruh kendaraan yang mengantre agar masuk ke dalam area perusahaan, bukan lagi berjejer di badan jalan. “Sehingga tidak menggunakan badan jalan sebagai lokasi antrean dan arus lalu lintas dapat kembali terurai,” tambah Teguh. Lebih dari sekadar teguran, Dishub Kota Bekasi berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala. Mereka juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mengantisipasi kemacetan serupa terulang kembali di masa mendatang. Upaya ini merupakan bagian dari menjaga kelancaran, keamanan, dan ketertiban lalu lintas, terutama di kawasan perbatasan antara Bekasi dan Jakarta Timur yang kerap menjadi titik rawan kemacetan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar