PARADAPOS.COM - Dua petugas pemadam kebakaran tewas saat bertugas memadamkan api besar yang melanda sebuah bangunan di dekat Bandara Bordeaux-Mérignac, barat daya Prancis, pada Selasa, 21 Juli 2026. Insiden terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat di Mérignac, pinggiran Kota Bordeaux. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengonfirmasi kabar duka tersebut dalam sesi tanya jawab di Majelis Nasional. Kobaran api dan asap tebal sempat terlihat dari kawasan landasan, menyebabkan keterlambatan sejumlah penerbangan dan pembatasan akses di sekitar bandara.
Kronologi dan Respons Darurat
Api mulai berkobar di sebuah bangunan di kawasan industri dekat bandara pada siang hari. Rekaman dari lokasi memperlihatkan kepulan asap hitam membumbung tinggi, sementara kendaraan pemadam dan petugas darurat melaju cepat menuju titik api. Tim pemadam berupaya menjinakkan si jago merah, namun dalam prosesnya dua petugas kehilangan nyawa.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengumumkan tewasnya dua petugas pemadam saat sesi tanya jawab di Majelis Nasional. Ia mengatakan telah menerima laporan dari prefek wilayah dan segera menuju lokasi ketika operasi penanganan darurat masih berlangsung.
"Saya telah diberi tahu oleh prefek wilayah mengenai insiden ini dan sedang menuju lokasi," ujar Nunez, Rabu, 22 Juli 2026.
Dampak pada Operasional Bandara
Pihak Bandara Bordeaux menyatakan kebakaran di sekitar area bandara menyebabkan keterlambatan sejumlah penerbangan. Asap terlihat dari kawasan landasan, sementara akses menuju area sekitar bandara juga dibatasi selama proses penanganan berlangsung. Penumpang dan staf bandara tampak waspada, namun tidak ada evakuasi besar-besaran yang dilaporkan.
Kondisi Cuaca dan Risiko Kebakaran
Sebelum kebakaran terjadi, Departemen Gironde telah menetapkan status siaga merah kebakaran hutan mulai tengah malam Selasa karena tingginya risiko munculnya titik api. Peringatan tersebut merupakan tingkat kedua tertinggi dalam skala lima tingkat yang diterapkan di wilayah itu.
Insiden ini terjadi ketika Prancis menghadapi gelombang panas berulang dan kondisi cuaca kering yang meningkatkan kerentanan berbagai wilayah terhadap kebakaran yang menyebar dengan cepat. Suhu tinggi dan angin kering menjadi kombinasi berbahaya yang kerap memicu api di kawasan tersebut.
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban dan rekan-rekan sesama petugas pemadam. Operasi pemadaman dan penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PNS di Cirebon Bunuh Tetangga demi Bayar Utang, Pelaku Gasak Perhiasan Korban
Tempo Kirim Surat Tawaran Kerja Sama ke Dirut Agrinas di Tengah Liputan Investigatif, Tuai Kecaman
Menteri P2MI Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Menteri Keuangan dan Dirut Agrinas Saling Lempar Bola soal Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin Rp1,8 Triliun