Empat Ruas Tol Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU

- Kamis, 23 Juli 2026 | 13:25 WIB
Empat Ruas Tol Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU
PARADAPOS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan empat ruas jalan tol di Indonesia untuk difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam kondisi tertentu. Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa infrastruktur tol ini dirancang dengan konsep fungsi ganda (dual use), sehingga tetap beroperasi normal untuk mobilitas masyarakat dan logistik, namun dapat dialihfungsikan demi mendukung kesiapsiagaan pertahanan negara. Keempat ruas tersebut mencakup Tol Banda Aceh–Sigli, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), dan Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Fungsi Ganda Jalan Tol untuk Pertahanan

Dalam keterangannya pada Kamis (23/7/2026), Menteri Dody menekankan bahwa langkah ini merupakan wujud optimalisasi investasi infrastruktur. Menurutnya, pembangunan jalan tol tidak hanya berorientasi pada kelancaran arus barang dan orang, tetapi juga memiliki dimensi strategis bagi sistem pertahanan nasional. “Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” jelasnya.

Empat Ruas Tol yang Disiapkan

Pemerintah telah menetapkan empat ruas tol yang akan disiapkan sebagai landasan darurat. Masing-masing memiliki panjang lintasan yang berbeda dan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional pesawat tempur. Pertama, Jalan Tol Banda Aceh–Sigli. Ruas ini akan diperpanjang satu kilometer dari panjang awal 2,8 kilometer. Kedua, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) yang direncanakan memiliki lintasan sekitar 3,5 kilometer, naik dari sebelumnya 2,8 kilometer. Ketiga, Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka). Keempat, Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi dengan panjang lintasan yang disiapkan antara 3 hingga 3,5 kilometer. “Kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU,” ujar Dody.

Uji Coba Telah Berhasil Dilakukan

Konsep ini bukan sekadar wacana. Keberhasilannya telah dibuktikan melalui uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat EMB-314 Super Tucano serta F-16 di ruas Tol Terpeka pada 11 Februari 2026 lalu. Uji coba tersebut menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur jalan tol mampu menunjang operasi militer dalam situasi darurat. Dody menambahkan, pemanfaatan ganda ini mencerminkan bagaimana investasi infrastruktur dapat memberikan manfaat luas. Tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat sistem pertahanan nasional secara terpadu. Langkah ini, menurutnya, menjadi contoh konkret sinergi antara pembangunan sipil dan kebutuhan strategis negara.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar