Brantas Abipraya Percepat Pembangunan 238 Unit Hunian untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang dan Pidie

- Kamis, 23 Juli 2026 | 14:25 WIB
Brantas Abipraya Percepat Pembangunan 238 Unit Hunian untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang dan Pidie
PARADAPOS.COM - PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan 92 unit Hunian Danantara (Huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga menyelesaikan 146 unit Huntara di Kabupaten Pidie. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BUMN Karya dalam pemulihan pascabencana dan pembangunan infrastruktur sosial di wilayah tersebut.

Komitmen Infrastruktur Berdampak Sosial

Direktur Operasi I Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya bertekad menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga membawa dampak sosial nyata bagi masyarakat. Percepatan pembangunan Huntara ini menjadi salah satu prioritas utama perusahaan dalam penanganan kebencanaan. "Melalui penyediaan Huntara bagi masyarakat terdampak banjir serta partisipasi dalam pembangunan infrastruktur konektivitas, kami ingin memastikan bahwa setiap karya yang kami bangun memberikan manfaat nyata, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," jelas Toha dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 Juli 2026.

Tinjauan Langsung Komisi VI DPR RI

Brantas Abipraya turut mendampingi kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI ke lokasi pembangunan. Agenda ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi peran BUMN Karya dalam proyek infrastruktur nasional. Dalam kunjungan tersebut, anggota dewan meninjau langsung kesiapan fasilitas, kualitas bangunan, serta memastikan proses penyediaan Huntara berjalan sesuai kebutuhan warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Suasana di lapangan tampak sibuk. Sejumlah pekerja masih merampungkan detail akhir beberapa unit rumah. Material bangunan tertata rapi di beberapa titik, menandakan proyek berjalan sesuai jadwal. Para warga yang melintas sesekali melirik dengan harap-harap cemas, menanti kapan mereka bisa menempati hunian baru tersebut.

Kolaborasi Multipihak untuk Pemulihan

Pembangunan Huntara ini merupakan hasil kolaborasi antara Danantara Indonesia, BP BUMN, Pemerintah Daerah, dan BUMN Karya. Sinergi ini diupayakan untuk mempercepat pemulihan pascabencana dengan mengedepankan faktor ketepatan mutu, waktu, serta nilai tambah bagi masyarakat. "Brantas Abipraya terus memperkuat perannya sebagai BUMN Karya yang berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ungkap Toha. Dengan mengedepankan inovasi, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta budaya keselamatan konstruksi, perseroan berupaya menghadirkan setiap proyek sebagai solusi yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. "Brantas Abipraya akan terus berkomitmen membangun infrastruktur yang berkualitas, tangguh, dan berkelanjutan melalui inovasi serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami percaya bahwa setiap karya yang dihasilkan harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memajukan infrastruktur Indonesia demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," tutup Toha.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar