Indonesia dan Aljazair Teken MoU Pengembangan Pencak Silat, Perkuat Diplomasi Budaya

- Kamis, 23 Juli 2026 | 20:50 WIB
Indonesia dan Aljazair Teken MoU Pengembangan Pencak Silat, Perkuat Diplomasi Budaya
PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia dan Aljazair resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan pencak silat di Aljazair. Penandatanganan berlangsung di Aljir pada Jumat, 24 Juli 2026, melibatkan PT Pertamina Algeria Eksplorasi dan Produksi (PAEP) dan Comité National de Pencak Silat Algeria (CNPSA), dengan fasilitasi penuh dari KBRI Alger. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia serta program Corporate Social Responsibility (CSR) PAEP untuk melestarikan warisan budaya bangsa.

Nilai Luhur di Balik Seni Bela Diri

Duta Besar RI untuk Aljazair, Yusron Bahauddin Ambary, menekankan bahwa pencak silat bukanlah sekadar olahraga fisik. Dalam keterangannya, ia menyampaikan harapan besar terhadap kerja sama ini. “Pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya terkandung nilai-nilai disiplin, saling menghormati, sportivitas, dan persaudaraan. Saya berharap kerja sama ini dapat melahirkan generasi muda Aljazair yang tidak hanya berprestasi dalam olahraga, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan Aljazair,” ujarnya. Suasana di lokasi penandatanganan terlihat khidmat. Para atlet junior pencak silat Aljazair turut hadir, menyaksikan momen bersejarah yang menghubungkan dua negara melalui gerakan dan filosofi silat.

Komitmen Berkelanjutan dari KBRI dan Mitra

Yusron menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berupaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Aljazair. Ia menegaskan bahwa KBRI Alger berkomitmen penuh mendukung implementasi kerja sama ini dan mendorong kolaborasi agar program-program yang telah disepakati berjalan secara berkelanjutan. “KBRI Alger siap mendampingi implementasi kerja sama ini. Kami berharap kemitraan antara PAEP dan CNPSA dapat menjadi contoh sinergi yang baik antara dunia usaha, organisasi olahraga, dan pemerintah dalam memperkuat hubungan people-to-people serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Aljazair,” jelasnya.

Fokus pada Pembinaan Generasi Muda

Melalui kerja sama ini, sejumlah program pembinaan pencak silat akan dikembangkan, khususnya untuk anak-anak dan remaja di Aljazair. Selain mencetak atlet-atlet muda berbakat, program ini juga diharapkan menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat antara kedua negara. CNPSA sendiri telah tumbuh menjadi organisasi pencak silat terbesar di Aljazair. Organisasi ini memiliki lebih dari 3.000 anggota yang tersebar di 13 wilayah. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan perkembangan pencak silat di Aljazair dapat semakin meluas dan menjangkau lebih banyak generasi muda.

Sinergi Tiga Pilar untuk Diplomasi Budaya

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi olahraga dalam memanfaatkan olahraga sebagai instrumen diplomasi budaya. Acara penandatanganan MoU turut dihadiri oleh Country Manager PAEP, Jon Erwin; Manager Relations PAEP, Dhaneswari Retnowardhani; Presiden Federasi Seni Bela Diri Aljazair, Ghanem Youcef; Ketua CNPSA, Lahcene Sekfane; serta 50 atlet junior pencak silat Aljazair. Kehadiran puluhan atlet muda itu menjadi simbol bahwa warisan budaya Indonesia kini mulai berakar di tanah Afrika Utara. Melalui gerakan-gerakan silat, nilai-nilai persaudaraan dan disiplin terus ditanamkan, membangun jembatan yang kokoh antara Indonesia dan Aljazair.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar